KAPUAS, radarsampit.jawapos.com – Curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir menyebabkan luapan Sungai Kapuas yang mengakibatkan banjir di beberapa Kecamatan yang ada di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.
Dari laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Kapuas tercatat ada 21 desa dari 5 kecamatan yang terdampak, 4.298 bangunan rumah terendam , sedangkan untuk jumlah warga yang terdampak mencapai 19.307 jiwa.
Wilayah Kecamatan Pasak Telawang merupakan daerah terparah , ada sebanyak 10 desa yang terendam banjir.
Kemudian Kecamatan Kapuas Tengah sebanyak 7 desa,disusul Kecamatan Timpah ada 4 desa dan Kecamatan Mantangai ada 1 desa.Sebagian besar kecamatan di atas berlokasi di wilayah hulu Sungai Kapuas yang rentan akan luapan sungai ketika musim penghujan tiba.
"Laporan banjir yang pertama kali diterima BPBD Kapuas ada di Kecamatan Pasak Telawang yaitu pada tanggal 26 November kemarin, kemudian diikuti beberapa kecamatan lainnya " ungkap Ahmad Saribi,Plt Kepala BPBD Kapuas (29/12)
Dijelaskan Saribi bahwa kondisi banjir cenderung meningkat dan meluas selama sepekan terakhir.Hal ini seiiring adanya peningkatan curah hujan di sebagian besar wilayah Kapuas.
BMKG Palangka Raya sendiri telah melaporkan analisis curah hujan dasarian 3 (Tanggal 21 - 30) Bulan November 2024, sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah mengalami curah hujan tinggi.
Selanjutnya untuk bulan Desember 2024 prediksi curah hujan di wilayah Kalimantan Tengah kemungkinan besar masih berada di kategori menengah hingga tinggi.
"Sebagian besar wilayah Kalteng mengalami curah hujan kategori tinggi berkisar dari 150 mm hingga 300 mm.Terkhusus untuk DAS Kahayan dan Kapuas telah terpantau beberapa titik dengan skala curah hujan lebih dari 300 mm dan kemungkinan masih akan berlangsung di sepanjang Bulan Desember" ungkap Roland Binery (02/12) Prakirawan BMKG Palangka Raya, ketika menjabarkan peta analisis sebaran curah hujan.
Sementara itu upaya evakuasi korban banjir di Kabupaten Kapuas telah dilakukan berbagai pihak di antaranya dari Koramil 1011/Pujon.
Dengan menerjunkan personelnya telah melakukan evakuasi warga terdampak di pemukiman penduduk maupun UPT Puskesmas Pujon.
Danramil 1011-10/Kapuas Tengah Kapten Inf Infanteri Jufri Warsianta, menjelaskan bahwa banjir telah merendam sejumlah rumah warga dan fasilitas umum dengan ketinggian air mencapai 1 hingga 1,5 meter di beberapa titik.
Tim gabungan dari Koramil, BPBD, dan relawan bahu-membahu melakukan evakuasi menggunakan perahu karet.
“Kami memprioritaskan evakuasi lansia, anak-anak, dan pasien di Puskesmas. Tim medis juga sudah disiagakan untuk menangani kemungkinan penyakit pasca-banjir, seperti infeksi kulit dan diare,” ujar Kapten Inf Jufri Warsianta(29/11).
Disampaikan Danramil,bahwa warga telah dievakuasi ke posko darurat yang didirikan di tempat aman. Selain itu, bantuan logistik berupa makanan, air bersih, dan selimut terus disalurkan kepada warga terdampak.
Danramil memastikan bahwa layanan kesehatan tetap berjalan meski dalam kondisi darurat. “Kami sudah memindahkan pasien rawat inap ke lokasi yang lebih aman dengan bantuan Koramil dan relawan,” kata Kepala Puskesmas, dr. Lestari.
Hingga saat ini, hujan masih mengguyur wilayah tersebut. Masyarakat diminta tetap waspada dan mengikuti arahan petugas untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. (sbn/sla)
Editor : Slamet Harmoko