Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Pasien Keluhkan Batasan Kuota Layanan, RSUD Murjani Sampit Sebut karena Kendala Jaringan

Gunawan. • Minggu, 13 Oktober 2024 | 23:47 WIB
PELAYANAN: Suasana pelayanan di RSUD dr Murjani Sampit, Sabtu (12/10).
PELAYANAN: Suasana pelayanan di RSUD dr Murjani Sampit, Sabtu (12/10).

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit kembali menjadi sorotan setelah adanya keluhan dari keluarga pasien yang tak mendapatkan kuota layanan.

Keluhan itu diungkapkan Siti Fathonah Warga Sampit yang pada Sabtu (12/10), mengantar orang tuanya ke RSUD dr Murjani Sampit.

”Hari ini saya melihat antrean pasien berjejer penuh di berbagai poli di bagian informasi. Keluarga pasien mengeluhkan permasalahan yang sama. Ada beberapa pasien yang tidak terlayani karena kuota pendaftaran dibatasi," kata Siti Fathonah.

Calon pasien yang ingin berobat ke RSUD dr Murjani Sampit melakukan pendaftaran online melalui aplikasi JKN Mobile. Namun, sistem membatalkan karena nomor antrean penuh dan tidak bisa mendaftar dihari  yang sama.

"Saat ditanyakan ke petugas bagian informasi, jawabannya ada pembaharuan sistem setiap tiga hari sekali dikarenakan ada pergantian dokter dan ada kebijakan dari RS pendaftaran pasien minimal harus daftar tiga hari sebelum waktu periksa," ujarnya.

Menurutnya, apa pun alasannya layanan kesehatan tetap harus berjalan, karena pasien yang sakit ingin segera mendapatkan layanan pengobatan.

”Kalau memang ada pergantian dokter seharusnya tidak mengorbankan pasien dengan meng-cancel sepihak, hak pasien tetap dilayani siapa pun dokternya. Riwayat berobat ada di sistem RS, jadi dokter pengantinya pun akan mengetahui riwayat sakit pasien. Saya bisa berkata seperti ini karena pernah pengalaman mengantar ibu saya kontrol kesehatan di RS Pulau Jawa," ujarnya.

Siti merasa keberatan dengan ketentuan pendaftaran tiga hari sebelum pemeriksaan kesehatan.

”Pasien sudah dapat surat kontrol dari sebulan yang lalu dan setiap kali daftar di hari ketiga sebelum hari H periksa pun kuotanya full terus," ucapnya kecewa.

Menurutnya, RSUD dr Murjani Sampit tugasnya melayani masyarakat dengan keluhan berbagai penyakit yang dialami, bukan mempersulit masyarakat atau calon pasien yang ingin berobat.

”Layanan kepada pasien itu tidak bisa ditunda, siapa pun masyarakat yang sakit datang ke rumah sakit harus segera ditangani, bukan di-cancel oleh sistem JKN, padahal sudah melakukan pendaftaran online jauh-jauh hari sebelumnya," ujarnya

 

Siti berharap RSUD dr Murjani Sampit agar terus berbenah memberikan pelayanan yang lebih baik.

”Masalah ini harus ada solusi. Sudah saatnya RSUD dr Murjani Sampit berbenah, bukannya semakin mundur seperti ini pelayanannya. Kalau kita lihat RSUD Murjani kewalahan menghadapi pasien yang banyak, maka sudah saatnya pemerintah daerah menambah RS Swasta di Kota Sampit," katanya.

Sunarti, warga dari Kecamatan Parenggean juga berharap mendapatkan pelayanan kesehatan di RSUD dr Murjani Sampit.

”Sudah jauh-jauh datang untuk berobat, ternyata di-cancel tidak bisa berobat, karena antrean kuota penuh," ujarnya.

Adapun Sumiatun yang sudah tahu di-cancel oleh sistem di Aplikasi JKN Mobile, ia tetap berusaha datang ke RSUD dr Murjani Sampit jam 04.00 WIB subuh demi berharap agar mendapatkan layanan kesehatan.

”Di sistem sudah cancel, karena tiap kali daftar di JKN Mobile selalu antrean penuh. Akhirnya saya datang jam 4 subuh. Sudah ngambil antrean di lantai bawah, tidak bisa mendaftar dan tidak juga bisa diperiksa," ujarnya.

Terpisah, Plt Direktur RSUD dr Murjani Sampit Yulia Nofiany menjelaskan, pembatasan kuota itu dilakukan hanya sementara, dikarenakan adanya penyesuaian sistem dari Sistem Informasi Manajemen Generik Open Source (GOS) Versi 1 ke GOS V2 yang sudah berjalan selama beberapa minggu terakhir.

”Adaptasi perpindahan sistem GOS V1 ke GOS V2 itu sebenarnya dua minggu saja, tapi dikarenakan jaringan LAN ini tidak support ke aplikasi yang baru ini menyebabkan jaringan down, tetap bisa layanan tapi sistemnya lelet terutama saat jam-jam layanan pagi sampai siang karena difungsikan bersamaan," jelas Yulia, Minggu (13/10).

Dikarenakan kendala jaringan, kuota pendaftaran pasien terpaksa dibatasi dari yang tadinya setiap poli bisa melayani 50-60 pasien berkurang menjadi 30-35 pasien per poli.

”Kendala jaringan ini sudah kami antisipasi sebelum transisi perbaruan sistem GOS V2 dilakukan. Penyedia jaringan itu sudah teken kontrak lelang sekitar Juni lalu, aturannya jaringan itu sudah bisa mulai dikerjakan, tetapi ternyata dari pihak penyedianya baru setting jaringan 11 September lalu dan kabelnya baru datang akhir September dan kemarin baru pemasangan penutup kabel di semua lantai dan yang sudah dikerjakan baru di Poli Penyakit Dalam, yang lain masih berproses," jelasnya.

Dengan terlambatnya penyedia mengerjakan jaringan LAN, Yulia sudah menaruh firasat kekhawatiran akan berdampak terhadap layanan kesehatan pasien yang ingin berobat.

”Saya sudah firasat, ini tinggal menunggu waktu saja. Makanya, saya minta agar pekerjaan jaringan itu dipercepat, jangan sampai mengganggu layanan. Estimasi saya itu seminggu beres, ternyata setting jaringan itu sampai sebulan," ujarnya.

Yulia kemudian mengambil kebijakan agar mengembalikan kuota layanan seperti semula, meski risikonya durasi layanan setiap pasien dikurangi.

”Ini sebenarnya bukan kebijakan saya. Pada dasarnya kami ingin menjaga mutu layanan kesehatan pasien, tapi karena dorongan pasien yang semua ingin dilayani, mulai Senin besok kuota pendaftaran pasien harian dikembalikan seperti semula," ujarnya.

Lebih lanjut Yulia mengatakan, terkait pendaftaran online yang harus dilakukan minimal tiga hari sebelum hari H pemeriksaan, bukanlah keputusannya.

”Kami mohon maaf, ada staf kami yang mengambil inisiatif daftar tiga hari sebelum hari H pemeriksaan, tanpa koordinasi dan tanpa sepengetahuan saya. Sebenarnya, calon pasien bisa mendaftar hari ini untuk pemeriksaan satu atau dua minggu ke depan," katanya.

Adapun adanya pergantian dokter, tidak dilakukan setiap saat. Hanya waktu-waktu tertentu dan tidak mempengaruhi layanan terhadap pasien.

”Perubahan jadwal atau pergantian dokter itu sebenarnya bukan kemauan dokter. Itu bisa terjadi kadang ada dokter yang diminta menjadi pemateri atau memenuhi undangan dari pemerintah kabupaten atau provinsi, sehingga dokter yang bertugas di poli digantikan sementara, satu sampai tiga hari," ujarnya.

”Pergantian dokter itu hanya di Poli Jantung. Dikarenakan dr Robert sedang workshop ke Semarang, sehingga digantikan sementara oleh dr Heru Dento," tambahnya.

Yulia menambahkan, apabila calon pasien ingin melakukan pendaftaran, namun tidak mendapatkan nomor antrean bisa menghubungi ke bagian informasi.

”Semisalkan sudah mendaftar online tapi penuh belum dapat nomor antrean, jangan memaksakan diri datang ke rumah sakit. Karena, semua pasien yang sudah mendaftar juga inginnya dilayani. Apabila kami menerima pasien yang tanpa nomor antrean, maka akan banyak pasien lain yang ikut-ikutan ingin dilayani," ujarnya.

Yulia berharap semua pasien terlayani, namun layanan di RSUD dr Murjani Sampit juga memiliki jam batasan layanan dari jam 08.00-14.00 WIB.

”Layanan kesehatan ada batasannya, kalau tidak dibatasi dan terus menerima pasien. Kami juga kasihan dengan dokter-dokter kami yang bertugas,kalau menerima tanpa batasan kuota, bisa-bisa dokter baru selesai layanan sampai malam, sementara ada beberapa dokter yang sore sampai malamnya harus lanjut buka praktek mandiri," katanya. (hgn/ign)

Editor : Gunawan.
#pelayanan kesehatan #pasien #RSUD Murjani Sampit #sampit