"Kami menyampaikan permohonan maaf kepada petani di Seruyan, karena memang kami akui jumlah Alsintan yang ada sekarang ini masih belum mampu mengakomodir kebutuhan seluruh petani, sehingga dari petani ada yang mengeluhkan terkait hal ini," ujarnya belum lama tadi.
Dipaparkannya, untuk wilayah Kecamatan Seruyan Hilir dan Seruyan Hilir Timur, sesuai data yang tercatat, lahan pertanian masyarakat mencapai ribuan hektare, sehingga tidak sedikit petani yang tidak kebagian Alsintan, terlebih di saat musim panen seperti sekarang.
Albidinnor mengungkapklan, pada 2022 lalu sesuai kapasitas DKPP Seruyan hanya mampu mengangarkan untuk pengadaan 100 unit handtraktor dan 3 unit mesin perontok padi atau combine.
"Dengan jumlah segitu masih sangat kurang, karena 1 unit combine hanya mampu menggarap 3 hektare lahan pertanian saja perhari. Sedangkan sesuai data luasan lahan masyarakat tahun ini di Kecamatan Seruyan Hilir itu saja ternyata ada 3.600 hektare sekian. Maka setidaknya kita perlu 21 unit combine," paparnya.
Menindaklanjuti hal ini lanjutnya, DKPP Seruyan akan berupaya kedepannya untuk menambah lagi Alsintan. Dan terkait keluhan petani tentang kurangnya Alsintan ini juga sudah menjadi atensi DPRD Seruyan dan DPRD Provinsi Kalteng, khususnya Komisi II.
"Kita doakan saja dengan adanya kerja gotong royong ini permasalahan kurangnya Alsintan di Seruyan dapat diatasi. Petani di Seruyan kami harap tetap semangat untuk meningkatkan produktivitasnya," pungkas Albidinnor. (rk2/gus) Editor : Administrator