PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com — Kasus pembobolan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank Syariah Indonesia (BSI) di KUD Karya Tani, RT 24, RW 2, Desa Pandu Senjaya, Kecamatan Pangkalan Lada, Kabupaten Kotawaringin Barat, hingga Selasa (31/3) belum terungkap.
Peristiwa yang terjadi pada 2 Februari 2026 dini hari itu mengakibatkan uang tunai sebesar Rp871 juta raib. Pelaku yang diduga lebih dari satu orang mengambil uang pecahan Rp100 ribu dari dalam boks ATM.
Kapolsek Pangkalan Lada, Iptu Suharto, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan dan belum menemukan petunjuk yang mengarah kepada pelaku. “Sementara ini belum ada petunjuk, dan masih dalam penyelidikan kepolisian,” ujarnya.
Dalam upaya pengungkapan kasus, Polres Kotawaringin Barat telah menggandeng tim forensik dari Polda Kalimantan Selatan. Polisi juga mengumpulkan sejumlah alat bukti, termasuk rekaman kamera pengawas (CCTV) dari lokasi ATM dan sekitarnya.
Berdasarkan penelusuran, pelaku menutup kamera CCTV menggunakan cat sebelum melancarkan aksinya. Dari rekaman yang ada, pelaku terlihat mengenakan jaket berpenutup kepala dan wajah serta memiliki perawakan kurus.
Selain itu, pelaku diduga telah melakukan pengamatan beberapa hari sebelumnya. Hal ini terlihat dari rekaman CCTV yang menunjukkan pelaku melintas di Jalan Ahmad Yani menggunakan sepeda motor. Namun, nomor pelat kendaraan tidak terlihat jelas. Usai beraksi, arah pelarian pelaku juga terekam kamera pengawas.
Suharto menambahkan, hasil pemeriksaan forensik dari Polda Kalimantan Selatan telah dikirim, tetapi hingga kini belum diterima pihaknya. “Hasilnya belum sampai di Polsek, tapi sudah dikirim,” katanya. (tyo/yit)
Editor : Heru Prayitno