Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Pesan Berantai Dugaan Penculikan Anak di Kumai Seberang Resahkan Warga

Koko Sulistyo • Selasa, 16 Desember 2025 | 08:23 WIB
Ilustrasi penculikan anak.
Ilustrasi penculikan anak.

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Pesan berantai yang beredar di sejumlah grup WhatsApp terkait dugaan penculikan anak di wilayah pesisir Kumai Seberang, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), membuat warga resah dan khawatir terhadap keselamatan anak-anak mereka.

Informasi yang kebenarannya belum dapat dipastikan tersebut menyebar dengan cepat, termasuk di grup WhatsApp desa, sehingga menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.

Warga Desa Teluk Pulai, Kecamatan Kumai, Hatimah, mengaku sejak beredarnya pesan tersebut, para orang tua menjadi lebih waspada dan meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat bermain di luar rumah.

“Informasinya diposting di grup WhatsApp desa. Disebutkan ada empat orang pelaku dari Sebangau yang sempat singgah di Sungai Cabang, lalu melarikan diri ke Desa Teluk Pulai,” ujar Hatimah, Senin (15/12). 

Kepala Desa Teluk Pulai, Herlius Cristian, mengatakan informasi tersebut ia teruskan secara terbatas kepada grup WhatsApp desa dan anggota perlindungan masyarakat (Linmas) setempat. Menurutnya, tujuan penyampaian informasi itu semata-mata untuk mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan dan mengawasi anak-anak mereka.

Ia menegaskan, imbauan tersebut juga dimaksudkan agar anak-anak tidak bermain di tepi pantai, mengingat kondisi cuaca yang sedang ekstrem. Informasi itu sendiri, kata Herlius, ia terima dari pesan yang diteruskan melalui WhatsApp.

“Saya tidak bermaksud menyebarkan ke luar desa. Hanya mengimbau warga agar mengawasi anak-anak dan tidak bermain di pantai karena cuaca buruk. Saya juga kaget informasi tersebut sampai menyebar luas di media sosial dan menimbulkan kegaduhan,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Kumai Iptu Stefanus Rantealo menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah mengetahui beredarnya pesan tersebut dan tengah melakukan penelusuran.

“Setelah dikonfirmasi, Kepala Desa Teluk Pulai juga tidak mengetahui sumber informasi tersebut dan hanya meneruskan dari pesan WhatsApp. Saat ini masih kami selidiki,” tegasnya. (tyo/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
#kumai #penculikan anak #Kotawaringin Barat (Kobar)