PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Arut Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menggelar Forum Konsultasi Publik tahun 2025, Selasa (23/9/2025).
Kegiatan ini difokuskan pada pembahasan pelayanan penggantian meter air dan proses balik nama sambungan rumah, dua hal yang selama ini menjadi perhatian utama pelanggan.
Asisten I Pemkab Kobar yang juga Dewan Pengawas Perumdam Tirta Arut, Tengku Ali Syahbana, menyampaikan bahwa upaya perbaikan pelayanan terus dilakukan agar masyarakat merasa nyaman. Meski begitu, ia mengakui di lapangan masih terdapat sejumlah kendala teknis.
“Memang ada beberapa kendala, tapi Perumdam selalu merespons dengan cepat. Hal ini penting agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga,” ujarnya.
Direktur Perumdam Tirta Arut, Sapriansyah, menegaskan forum ini menjadi wadah komunikasi dua arah antara perusahaan dan masyarakat.
Menurutnya, forum konsultasi publik tidak hanya sebagai ruang menyampaikan keluhan, tetapi juga untuk mencari solusi bersama.
“Tujuannya agar kami dan pelanggan bisa menyatu. Jadi bukan hanya sekadar menyampaikan masalah, tapi juga menemukan jalan keluar,” kata Sapriansyah.
Dalam forum tersebut, salah satu topik utama yang dibahas adalah masa pakai water meter yang rata-rata hanya bertahan maksimal empat tahun.
Meter yang sudah aus dapat menimbulkan kerusakan atau perhitungan yang tidak akurat sehingga harus diganti.
“Kalau karena faktor bencana atau kebakaran, penggantian kami lakukan gratis. Namun, jika kerusakan akibat kesengajaan atau pencurian, pelanggan dikenakan biaya,” jelasnya.
Sapriansyah juga mencontohkan kasus pelanggan yang mengeluhkan tagihan tinggi padahal rumah dalam kondisi kosong.
Setelah ditelusuri, penyebabnya bukan pada kerusakan meter, melainkan kebocoran atau keran yang lupa ditutup. “Petugas tidak bisa sembarangan masuk ke pekarangan orang, jadi hal-hal seperti ini tetap tercatat sebagai pemakaian,” tambahnya.
Selain itu, forum juga menyinggung pentingnya balik nama pelanggan agar data sesuai dengan pemilik rumah terbaru.
Menurutnya, hal ini penting untuk menghindari masalah teknis di kemudian hari. Ia menutup dengan menyampaikan bahwa Perumdam Tirta Arut mulai menerapkan layanan online, sehingga pemasangan maupun penggantian meter tidak perlu datang ke kantor. (sam)
Editor : Slamet Harmoko