PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com - Tembok pagar perkantoran ambruk, banjir, dan pohon tumbang mengiringi hujan deras yang turun sejak pukul 02.10 WIB dinihari hingga pukul 11.30 WIB di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Senin (14/7).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemadam Kebakaran, TNI, Polri dan para relawan, bahu membahu menangani berbagai musibah yang terjadi dalam satu malam itu.
Terpantau, banjir besar terjadi di jalan poros Desa Pangkalan Durin hingga menyebabkan akses transportasi lumpuh, di Jalan Ahmad Yani tepatnya diturunkan dan tikungan Naida dan di SP 2 Sungai Rangit.
Banjir juga merendam jalan permukiman di dalam Kota Pangkalan Bun, seperti di Kelurahan Mendawai dan Kelurahan Sidorejo, serta Kelurahan Baru. Sementara pohon tumbang terjadi di sejumlah ruas jalan hingga menutup akses lalu lintas.
Warga Pangkalan Bun Robi menyampaikan, kondisi Jalan Ahmad Yani di dekat Naida terjadi banjir dengan kondisi air hujan menggenangi badan jalan. Kondisi tersebut membuat pengendara roda empat dan roda dua berjalan pelan.
"Karena kendaraan hanya merayap dititik banjir, membuat arus lalu lintas menjadi tersendat dan terjadi kemacetan," ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Perhubungan Kotawaringin Barat Rahwandi mengatakan, akibat hujan deras yang turun, tembok pagar kantor Dinas Perhubungan Kobar ambruk.
Diduga pagar tembok yang sudah berusia 20 tahun itu tidak mampu menahan derasnya arus air yang menggerus bagian bawah tembok. Ambruknya pagar membuat keamanan dalam kantor menjadi rawan. Bila ada yang masuk ke halaman kantor Dinas Perhubungan Kobar akan mudah tanpa ada sekat yang menghalangi.
"Sebenarnya drainase ada tetapi meluber dan tembok tidak mampu menahan debit air yang besar, sehingga gerusan air membuat tembok ambruk," terangnya
Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Kobar Martogi Sialagan menyampaikan, beberapa lokasi banjir terjadi akibat hujan deras yang turun dengan durasi waktu yang lama.
Diungkapkannya, personel TRC BPBD melakukan penanganan pohon tumbang di kelurahan baru, di Jalan Paku Negara dan di Gang Harian. Di kelurahan Baru juga terjadi banjir di RT 19, dengan warga yang terdampak berjumlah 3 KK.
"Kita sampai sekarang juga masih penanganan banjir di Kelurahan Mendawai, dan di RT 01, Kelurahan Sidorejo tepatnya di Gang Musang," pungkasnya. (tyo/yit)
Editor : Heru Prayitno