PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Sebanyak 685 warga di sejumlah wilayah di kecamatan Kotawaringin Lama (Kolam), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), terdampak banjir akibat meluapnya Daerah Aliran Sungai (DAS) Lamandau.
Banjir di Kolam terjadi di Desa Rungun, Desa Kondang, Kelurahan Kotawaringin Hilir, dan Kotawaringin Hulu.
Camat Kolam Yudha P Kusuma mengatakan, jumlah warga terdampak di Desa Rungun sebanyak 406 KK, Desa Kondang 190 KK, dan Kelurahan Kotawaringin Hilir 89 KK yang terdiri dari 280 jiwa.
”Desa dan kelurahan yang terdampak banjir sudah kami tinjau, meski ada penurunan debit air namun karena intensitas hujan tinggi kita harap warga waspada," ungkapnya.
Bukan hanya akses desa dari Rungun menuju Kondang yang terputus akibat banjir yang melanda, tetapi juga fasilitas publik lainnya. Saat ini dua desa tersebut sudah mulai terisolasi, dan akses hanya bisa ditempuh dengan transportasi air.
Sementara itu, di wilayah perkotaan, banjir juga merendam kawasan permukiman bantaran sungai Arut. Ada 5 kelurahan yang terdampak, yaitu Kelurahan Baru, Kelurahan Raja, Kelurahan Mendawai, Kelurahan Mendawai Seberang dan Raja Seberang.
Camat Arsel Indra Wardana mengatakan, di Raja Seberang sudah ada 11 rumah yang terdampak banjir yaitu di RT 2,3,5 dan RT 6. Dan untuk Kelurahan Mendawai Seberang hingga pukul 15.00 WIB banjir telah merendam 11 rumah warga.
Selain itu, di Kelurahan Raja ada sebanyak 12 rumah, Kelurahan Baru 4 rumah. Jumlah tersebut berpotensi meningkat seiringnya hujan yang terus turun.
”Kecamatan Arsel termasuk wilayah rawan banjir, terutama permukiman yang ada di bantaran sungai, kami meminta agar kepala desa dan lurah memonitor di wilayahnya masing-masing dan segera melaporkan perkembangan banjir," katanya.
Informasi dihimpun, banjir juga merendam akses jalan Trans Kalimantan ruas Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama. Selain itu, jalan lingkar luar di Desa Kumpai Batu Bawah dan Desa Tanjung Terantang.
Permukiman warga dan kawasan perkebunan sayur-mayur warga juga sudah terendam banjir luapan pertemuan Sungai Lamandau dan Sungai Arut.
Air Pasang
Bencana serupa juga terjadi di Kuala Kapuas, Kamis (5/12) malam. Air yang merendam sebagian rumah warga itu berasal dari Sungai Kapuas yang tengah pasang.
”Air sampai masuk ke dalam. Bahkan, musala di depan rumah, air masuk sampai di atas tumit kaki,” ucap Wati, warga Jalan Mahakam.
Daerah yang sebagian besar terendam, antara lain Jalan Mahakam, Jalan Pierre Tandean, dan Jalan Seth Adji. Kondisi air yang menggenang selalu menjadi rasa waswas bagi warga, terutama terhadap peralatan listrik dan hewan berbahaya.
”Sudah sering terjadi, kalau tiap air pasang, kebanjiran. Namun, dalam sebulan terakhir lebih sering terjadi. Ya, semoga ada perhatian pemerintah,” kata Hasanah, seorang IRT di Jalan Seth Adji.
Menurutnya, kawasannya sudah dari dulu jadi langganan banjir air pasang. Bahkan, ada beberapa rumah yang selalu tergenang air. Dirinya dan warga lain mengaku sudah terbiasa dengan kondisi tersebut. (tyo/sbn/ign)
Editor : Slamet Harmoko