PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Antrean kendaraan di sejumlah Satuan Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) kembali mengular.
Antrean puluhan kendaraan roda dua berbagai jenis meluber hingga ke tepi jalan raya, sehingga mengganggu kenyamanan berlalu lintas masyarakat.
Untuk diketahui, saat ini aktivitas di SPBU menjadi sorotan Masyarakat, terutama para pelangsir. Mereka terus menerus memposting di media sosial agar mendapat perhatian pemerintah daerah dan pengelola SPBU.
Semakin parahnya antrean di SPBU dikeluhkan oleh masyarakat terutama karyawan swasta dan pegawai negeri. Lantaran untuk mengisi BBM bersubsidi jenis Pertalite mereka harus mengantre lebih dari 30 menit.
Bila beruntung meski antrean panjang akan kebagian, tapi bila tidak beruntung, belum juga sampai giliran mereka BBM Pertalite sudah habis.
"Untuk kendaraan roda dua dijatah 5 liter, tidak boleh lebih, saya ngantre lebih dari 30 menit dan tadi sudah izin ke pimpinan untuk antre BBM, karena kalau dieceran perbotol sudah Rp13 ribu," beber salah satu PNS di lingkup Pemkab Kobar saat mengantre di salah satu SPBU, Senin (2/12/2024).
Warga lainnya, Mirnawati mengeluhkan panjangnya antrean BBM bersubsidi setiap harinya, padahal ia hanya bermaksud mengisi Rp30 ribu, untuk keperluan antar jemput anaknya sekolah.
Menurutnya, ia mendapat informasi antrean panjang yang terjadi karena saat ini SPBU sudah menggunakan alat untuk mencatat nomor plat kendaraan yang akan mengisi BBM.
"Satu kendaraan butuh waktu 2-3 menit sehingga antrean mengular, hal ini karena banyaknya laporan masyarakat yang mengeluh keberadaan pengetab, alhamdulillah sekarang pengetab sudah tidak ada, tapi karena menggunakan sistem tidak bisa cepat dalam pelayanannya," bebernya.
Namun, berbanding terbalik kondisi di SPBU Bundaran Tudung Saji yang selama ini dipenuhi oleh antrean para pelangsir baik roda dua dan roda empat terlihat lengang dan tertib, aktivitas berjalan lancar dan para pengetab sudah tidak terlihat lagi.
“Aktivitas kendaraan pengetab masih terlihat ramai di salah satu SPBU Jalan Pakunegara Kelurahan Raja,” tandas Slamet, warga Pangkalan Bun. (tyo/fm)
Editor : Farid Mahliyannor