Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Genjot PAD dari Sektor Perkebunan, Pemprov Kalteng Kumpulkan Anggota Gapki

Dodi Abdul Qadir • Selasa, 17 Juni 2025 | 10:45 WIB
Pemprov Kalteng menggelar Rapat Optimalisasi PAD dari sektor usaha perkebunan di Aula Dinas Perkebunan Kalteng, Senin (16/6).
Pemprov Kalteng menggelar Rapat Optimalisasi PAD dari sektor usaha perkebunan di Aula Dinas Perkebunan Kalteng, Senin (16/6).

PALANGKA RAYA - Pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor perkebunan di Kalimantan Tengah bisa mencapai triliunan rupiah. Target itu diungkap dalam rapat optimalisasi PAD dari sektor usaha perkebunan di Aula Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah, Senin(16/6).

Rapat dihadiri Sekretaris Eksekutif Gapki Kalteng Rawing Rambang,  Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Herson B. Aden, Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah Agnes Widiastuti, dan Kepala Dinas Perkebunan Kalteng Rizky R Badjuri.

Rizky R Badjuri mengatakan, potensi PAD dari sektor perkebunan tidak hanya bicara miliar, tetapi triliunan rupiah. Atas hal itu, pihaknya melaksanakan rapat optimasi dengan mengundang Gapki. Saat ini masih dalam bentuk basis data awal. Rizky menyebutkan, potensi PAD bisa berupa pajak BBM, PBB, pajak alat berat, dan lain lain. 

”Jika semua sudah optimal, PAD dari sektor perkebunan luar biasa. Maka itu kita gandeng Gapki. Kami mengharapkan perusahaan di luar Gapki bisa bergabung,” ungkapnya.

Dalam 30 hari ke depan, pihaknya akan menyurati seluruh perusahaan terkait optimalisasi PAD sektor  perkebunan.

Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Herson B. Aden mengatakan, antara areal perkebunan dengan dana bagi hasil (DBH) yang diterima belum sebanding. Hal itu lantaran pendataan kurang akurat dan memang  masih minim  pengawasan dari pemerintah.

Herson menyampaikan, akan ada surat ketetapan optimalisasi PAD dari gubernur, sehingga  potensi PAD benar-benar bisa dioptimalkan.

Menyikapi hal  itu,  Sekretaris GAPKI Kalteng Rawing Rambang secara gamblang menekankan Gapki tunduk terhadap aturan  perundang-undangan. “Kami mendukung kebijakan pemerintah. Anggota ada 120 perusahaan,” ungkapnya.

Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah Agnez Widiastuti menambahkan,  sektor perkebunan mampu memberikan dampak besar dari perekonomian di Kalteng.  

“Perkebunan di Kalteng ini dampaknya luar biasa. Pertumbuhan ekonomi di sektor ini  berpengaruh besar. Perkebunan kelapa sawit bisa digenjot untuk ekonomi. Apalagi saat ini CPO semakin meningkat di Kalteng,” tandasnya. (daq/yit)

 

 

 

Editor : Heru Prayitno
#perkebunan sawit #PAD (Pendapatan Asli Daerah) #Disbun #kalteng