PALANGKA RAYA, radarsampit.jawapos.com - Di bawah kepemimpinan Gubernur Agustiar Sabran dan Edy Pratowo, peningkatan Pendapatan Asli Daerah terus meroket dengan adanya kebijakan yang dibuat secara tartata, terukur, dan tepat sasaran.
Salah satunya mewajibkan perusahaan menggunakan pelat kendaraan KH, mengoptimalkan layanan Bank Kalteng, membeli BBM industri dari Distributor WAPU Kalteng, serta menyalurkan CSR.
Hasilnya, pendapatan asli daerah Kalimantan Tengah 2025 mencapai 92,09 persen. Sementara sinergi dengan pemerintah pusat semakin kokoh, dengan pendapatan transfer yang melampaui target hingga 103,47 persen.
Pajak kendaraan bermotor melesat hingga 110,21 persen, bea balik nama kendaraan bermotor menembus 113,05 persen, dan pajak bahan bakar kendaraan bermotor mencapai 104,43 persen, pajak air permukaan tercapai 69,79 persen, dan pajak alat berat mencapai 83,05 persen.
"Uang ini nantinya kembali ke masyarakat dalam bentuk pembangunan daerah. Karena semakin meningkat pendapatan kita, maka semakin besar modal untuk membangun," ucap gubernur.
Soal anggaran daerah, meski turun dari Rp10,2 triliun menjadi Rp8,3 triliun pada 2025 dan kembali turun menjadi Rp5,3 triliun dari Rp8,3 triliun pada 2026, pemerintah tetap fokus pada program prioritas dan melakukan efisiensi dengan memangkas perjalanan dinas serta belanja ATK yang tidak mendesak.
"Fokus pemerintah untuk masyarakat, yang penting-penting dulu diutamakan. Dengan perencanaan yang matang, pastinya penurunan anggaran bukan persoalan yang berarti," ucapnya. (sho)
Editor : Heru Prayitno