Argentina sudah dipastikan melaju ke babak 32 besar sebagai juara grup. Oleh karenanya, besar kemungkinan Lionel Messi bakal disimpan, atau tidak bermain sepanjang babak.
Argentina kini memimpin klasemen Grup J dengan 6 poin hasil dari kemenangan 3-0 atas Aljazair dan 2-0 atas Austria. Tim asuhan Lionel Scaloni belum keboboloan dan sudah mencetak lima gol. Menariknya, lima gol itu disumbangkan oleh sang kapten Lionel Messi.
Pelatih Argentina Lionel Scaloni jelang laga sudah memberi tahu bahwa dia bakal melakukan rotasi.
"Idenya adalah memberi kesempatan pada sebagian besar pemain. Saya pikir mereka pantas mendapatkannya dan, kapan pun itu memungkinkan, kami akan melakukannya," ujar Scaloni, dikutip dari Reuters.
Langkah mengistirahatkan Lionel Messi dinilai sangat realistis mengingat sang kapten baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-39 serta sempat berjuang pulih dari cedera otot sebelum Piala Dunia 2026 dimulai. Adapun posisi Messi kemungkinan bakal diisi gelandang muda berbakat, Nico Paz.
Selain memberi panggung bagi pemain pelapis, laga kontra Yordania juga dimanfaatkan Scaloni untuk memulihkan ritme tanding beberapa pilar utama yang baru sembuh dari cedera, seperti striker Julian Alvarez, bek kiri Nicolas Tagliafico, dan gelandang Leandro Paredes.
Lini belakang Albiceleste diprediksi juga tampil tanpa bek tengah tangguh Cristian Romero yang terpaksa ditarik keluar akibat cedera saat menang atas Austria. Posisi Romero kemungkinan besar diisi oleh bek veteran sarat pengalaman, Nicolas Otamendi.
Di kubu lawan, Yordania harus menerima kenyataan pahit tersingkir lebih awal di debut Piala Dunia mereka. Jamal Sellami mengakui faktor kurangnya pengalaman jadi penyebab utama kekalahan, tetapi ia tetap merasa sangat bangga atas perjuangan skuad Al-Nashama di Piala Dunia 2026.
Yordania dalam situasi sulit setelah menelan dua kekalahan beruntun, yakni 1-3 dari Austria dan 1-2 dari Aljazair. Tim asuhan Jamal Sellami masih tanpa poin dan menghuni dasar klasemen Grup J. Harapan ke babak 32 besar sudah pupus. Tak heran di laga penutup fase grup nanti Yordania bakal main tanpa beban.
"Sekarang bagi kami menghadapi Argentina adalah kesempatan. Ini kesempatan untuk tampil lebih baik dan meninggalkan jejak besar untuk sepak bola Yordania," ujar juru taktik Yordania itu.
Melihat performa kedua tim, Argentina tetap lebih diunggulkan. dalam lanjutan pekan ketiga Piala Dunia 2026 pada Minggu, 28 Juni 2026 pukul 09.00 WIB.La Albiceleste memiliki kualitas individu, kedalaman skuad, serta organisasi permainan jauh lebih matang.
Yordania diprediksi akan bertahan rapat dan mengandalkan serangan balik melalui Musa Al-Taamari, sementara Argentina tetap menguasai jalannya laga lewat dominasi lini tengah yang dipimpin Alexis Mac Allister dan Enzo Fernandez.(int/tir)
Editor : Agus Jaka Purnama