radarsampitjawapos.com- Real Madrid tampaknya sudah mencapai titik jenuh. Setelah serangkaian keputusan wasit yang dianggap merugikan, Los Blancos akhirnya mengambil langkah memutus hubungan dengan Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol (RFEF).
Keputusan ini datang tak lama setelah hasil imbang 1-1 melawan Girona. Momen paling disorot tentu saja insiden di menit akhir, ketika Kylian Mbappe dijatuhkan di kotak penalti, namun wasit memilih untuk tidak menunjuk titik putih. Situasi ini semakin memperkuat keyakinan Madrid bahwa mereka tidak diperlakukan adil.
Hasil tersebut juga memperpanjang tren kurang meyakinkan. Dalam tujuh pertandingan terakhir La Liga, Madrid hanya mampu meraih tiga kemenangan. Bukan cuma soal performa, tapi juga soal mental yang mulai tergerus oleh rasa frustrasi.
Pelatih Alvaro Arbeloa tak bisa menyembunyikan emosinya usai laga. Dalam konferensi pers, ia menegaskan bahwa keputusan terkait Mbappe sangat tidak masuk akal dan merugikan timnya. Kemarahan ini seolah menjadi representasi dari perasaan seluruh klub.
Sebenarnya, hubungan antara Real Madrid dan RFEF sudah lama tidak harmonis. Di bawah kepemimpinan baru federasi musim lalu, sempat ada upaya untuk memperbaiki situasi. Bahkan, Madrid diberi peran dalam reformasi Komite Wasit (CTA), termasuk perubahan struktur kepemimpinan.
Namun, semua itu tampaknya tidak cukup. Madrid tetap bersikeras dengan kritik mereka terhadap kualitas perwasitan dan menolak menarik pernyataan publik yang selama ini mereka gaungkan.
Baca Juga: Bayern Munchen Kalahkan Real Madrid di Santiago Barnabeu, Leg 1 Perempat Final UCL 2025/2026
Melansir Football Espana, dalam beberapa bulan terakhir, hubungan kedua pihak kembali memburuk. Ada simbol kecil namun cukup jelas soal renggangnya relasi ini.
Yakni ketika Presiden UEFA Aleksander Ceferin duduk berdampingan dengan Presiden Real Madrid Florentino Perez dalam laga melawan Bayern Munich, sementara Presiden RFEF Rafael Louzan justru berada beberapa baris di belakang.
Lebih jauh lagi, laporan menyebut bahwa Real Madrid kini benar-benar kehilangan kepercayaan terhadap kompetisi domestik. Mereka meyakini bahwa La Liga telah 'dinodai' oleh keputusan-keputusan yang tidak adil.
Pandangan ini jadi dasar utama keputusan mereka untuk menjaga jarak dari federasi. Hingga ada “perubahan total dalam sistem perwasitan”, Madrid dikabarkan tidak akan kembali menjalin hubungan secara normal dengan RFEF.
Salah satu pemicu, ketika upaya Real Madrid untuk terus menekan Barcelona dalam perburuan gelar kembali tersandung. Hasil imbang 1-1 melawan Girona pada Jumat malam jadi pukulan telak.
Seperti déjà vu, pertandingan ini lagi-lagi diwarnai keputusan wasit yang memicu perdebatan. Insiden paling panas terjadi saat Kylian Mbappé dijatuhkan di kotak penalti, namun tidak ada hadiah penalti yang diberikan. Momen itu langsung jadi bahan bakar bagi Real Madrid TV untuk melontarkan kritik keras.
Melansir Barca Blaugranes, dalam tayangan pascalaga, mereka tidak hanya menyoroti performa tim sendiri, tapi juga secara terang-terangan menyindir perangkat pertandingan dan rival utama mereka.
“Madrid bermain buruk tetapi juga menanggung konsekuensi dari keputusan wasit yang memalukan,” demikian penilaian yang disampaikan.Nada kritik kemudian meningkat tajam saat mereka membahas insiden penalti tersebut.
“Kami beruntung memiliki banyak tayangan ulang, dan di setiap tayangan ulang Anda dapat melihat bahwa pelanggaran itu jelas merupakan penalti. Bahkan penalti ganda, karena Victor Reis juga menjegalnya dengan kakinya.”
Dan yang paling mencuri perhatian tentu saja pernyataan penutup mereka:“Inilah konsekuensi dari Negreira. Inilah Liga Negreira.”
Sementara itu, posisi di klasemen, Los Blancos saat ini diurutan kedua dan tertinggal 9 poin dari Barcelona yang sudah meraih 70 poin dari 31 laga. Posisi ketiga disusul Villareal dengan 58 poin, kemudian Atletico Madrid dengan 57 poin, dan real Betias dengan 45 di posisi lima besar. (ed/jpc)
Editor : Agus Jaka Purnama