radarsampit.jawapos.com- Ketua Umum PSSI Erick Thohir bergerak cepat menemukan lawan pengganti, setelah Kuwait mundur dari pertandingan melawan Timnas Indonesia. Keputusan pun jatuh pada Taiwan sebagai penggantinya, pada 5 September 2025.
Setelah menerima tawaran pertandingan, pihak Taipei dikabarkan terkejut dan tampak menyesal melihat kualitas skuad Timnas Indonesia saat ini. Fakta itu disebabkan banyaknya pemain Indonesia yang kini bermain di liga-liga Eropa.
"Emil Audero, Jay Idzes, Miliano Jonathans, Ragnar Oratmangun, Marselino Ferdinan, Mees Hilgers, Mauro Zijlstra, dan Ole Romeny," ujar narator GL News, pada Minggu (31/8).
Beberapa pemain Indonesia yang bermain di liga Eropa memang disebutkan, bahkan tercatat ada 15 pemain, termasuk Elkan Baggott, Kevin Diks dan Justin Hubner yang bermain di luar negeri. Keberadaan pemain-pemain ini secara signifikan meningkatkan kekuatan tim dan membuat Indonesia menjadi lawan yang tidak bisa diremehkan.
Secara mengejutkan nilai pasar skuad Timnas Indonesia menjadi yang tertinggi kedua di antara enam tim di putaran keempat turnamen. Total nilai skuad mencapai Rp 606,62 miliar, hanya kalah dari Uni Emirat Arab.
Justin Hubner secara khusus disorot sebagai pemain termahal kedua di grup, dengan nilai pasar mencapai Rp 130,6 miliar. Nilai pasar tinggi ini mencerminkan kualitas dan potensi luar biasa dari para pemain Indonesia, dan siap bersaing di level internasional.
Prediksi susunan pemain 'impian' untuk Timnas Indonesia adalah formasi 3-4-2-1, yang terdiri dari pemain-pemain unggulan seperti Emil Audero, Justin Hubner, dan Marselino Ferdinan.
Dengan skuad sekarang, Indonesia diharapkan bisa mengalahkan tim-tim seperti Arab Saudi dan Irak di babak berikutnya dan berpotensi lolos ke Piala Dunia 2026. Meski peluangnya kecil, optimisme muncul karena perkembangan pesat Timnas Indonesia sekarang.
Timnas Indonesia tidak lagi hanya datang berpartisipasi, melainkan bersaing dan mencetak sejarah. Perkembangan pesat serta didukung oleh lebih dari 10 pemain yang bermain di liga-liga Eropa dan Asia.(ed/jpc)
Editor : Agus Jaka Purnama