radarsampit.jawapos.com-Dennie van Laar, selaku pemimpin redaksi media Belanda, Voetbalprimeur menyatakan dalam cuitannya di X, bahwa Miliano Jonathans memilih Indonesia dan menolak undangan Timnas Belanda.
Dalam postingan tersebut, ia juga membagikan link sebuah artikel dari Voetbalprimeur yang membahas mengenai pemain berusia 21 tahun tersebut.
“Berita: Timnas U-21 Belanda mengincar Miliano Jonathans, tetapi striker FC Utrecht tersebut memilih Indonesia. Pemain berbakat ini kini telah memulai proses naturalisasinya,” begitulah post dari Dennie van Laar dalam akun sosial media X.
Media Belanda Voetbalprimeur menuliskan PSSI tengah mengupayakan segala cara untuk bisa mengamankan Miliano Jonathans. PSSI tidak gentar bersaing dengan Belanda, karena sebelumnya pemain yang berposisi sebagai winger sempat masuk dalam radar Koninklijke Nederlandse Voetbalbond (KNVB) atau Asosiasi Sepak Bola Kerajaan Belanda.
Miliano Jonathans awalnya masuk dalam daftar sementara skuad Jong Oranje. Namun, saat ini penyerang muda Utrecht tersebut sudah mulai proses naturalisasi, sehingga masa depannya bersama Timnas Belanda U-21 nyaris tertutup.
Diinformasikan, Jonathans lahir di Arnhem, Belanda, pada 5 April 2004. Garis keturunan Indonesia berasal dari sang ayah, di mana sang nenek berasal dari Depok, Jawa Barat.
Pemain berdarah Indonesia-Belanda ini meniti karier mulai dari akademi muda Vitesse dan tampil mengesankan di Keuken Kampioen Divisie dengan gol serta assist-nya.
Secara statistik, performa Jonathans cukup menjanjikan. Menurut data Transfermarkt, selama musim 2024 hingga 2025, ia mencatat 11 gol dan 4 assist dalam 31 pertandingan resmi bersama Vitesse Arnhem dan FC Utrecht. Kontribusi tersebut menunjukkan produktivitas tinggi meski usianya masih muda.
Kemudian Jonathans pindah ke FC Utrecht pada Januari lalu. Sejauh ini Jonathans telah tampil dalam 13 pertandingan resmi untuk klub asal Kota Dom tersebut.
Bagi Indonesia, kehadiran Jonathans akan memperkuat sektor sayap yang saat ini tengah berkembang pesat. Ia bahkan digadang bisa menjadi partner ideal bagi Ole Romeny, striker naturalisasi yang langsung mencuri perhatian publik Asia lewat gol-golnya bersama skuad Garuda. Alternatif duet dengan pemain keturunan lain seperti Ragnar Oratmangoen juga terbuka.
Timnas Indonesia sendiri masih berjuang di babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 setelah hanya finis keempat di fase grup. (ey/jpc)
Editor : Agus Jaka Purnama