Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Latsarmil Maut? Gugurnya Peserta Keempat Ungkap Fakta Pilu di Balik Dinding Pendidikan

Slamet Harmoko • Minggu, 28 Juni 2026 | 10:47 WIB
Ilustrasi peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) calon manajer Koperasi Desa Merah Putih saat mengikuti Latihan Dasar Militer. (radar palu)
Ilustrasi peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) calon manajer Koperasi Desa Merah Putih saat mengikuti Latihan Dasar Militer. (radar palu)

RADARSAMPIT.JAWAPOS.COM - Muhammad Rifki Renaldi menjadi peserta latihan dasar militer (latsarmil) keempat yang meninggal dunia sepekan belakangan. Dia kehilangan nyawa pada Jumat dini hari (26/6) setelah berulang kali drop.

Pada media sosial (medsos) Threads, pemilik akun @mayienbear_ yang mengaku sebagai adik Rifki membeber kronologi lengkap peristiwa yang dialami oleh kakaknya.

Menurut pemilik akun tersebut, sejak Selasa malam (23/6) Rifki telah menghubungi pihak keluarga. Dia meminta dikirimi obat batuk, pilek, dan demam atau panas.

Besoknya, pada Rabu pagi (24/6) paket obat sesuai permintaan Rifki dikirimkan ke lokasi pendidikan di Satuan Pendidikan (Satdik) Yon Parako 465 Jakarta yang berada di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur (Jaktim).

”Namun tidak ada kabar sama sekali setelah itu, hari Kamis (25/6) sekitar setengah sepuluh ada dari pelatih yang menelepon ayah saya. Menyatakan bahwa kakak saya ereup-ereup dari jam 12 malam sampai 3 subuh, dan sudah 2 malam begitu, dan ngigo bilang bunuh berulang kali,” tulis pemilik akun tersebut.

Lantas, lanjut dia, pelatih tersebut menanyakan ada atau tidak yang bisa menyembuhkan. Setelah disambungkan kepada seseorang, tidak ada lagi komunikasi antara pelatih dengan orang tua Rifki.

Namun sekitar pukul 22.00 WIB malam, kabar kembali datang. Rifki disebut sudah dalam keadaan kritis. Dan sudah berada di IGD.

Pihak pelatih lantas menanyakan keberadaan keluarga di Jakarta untuk kebutuhan konfirmasi persetujuan prosedur inkubasi. Lantaran sama sekali tidak punya kerabat di Jakarta, otoritas itu diberikan kepada pelatih.

Malam itu juga, keluarga Rifki bertolak dari Sumedang, Jawa Barat (Jabar), ke Jakarta. Sekitar pukul 23.00 WIB, keluarga mendapat kabar Rifki sudah hilang kesadaran.

Tidak hanya itu, Rifki dehidrasi berat, infeksi, dan gagal napas. Ketika tiba di Jakarta, pihak keluarga mendapati Rifki sudah meninggal dunia. Dia dinyatakan meninggal pada pukul 00.28 WIB.

Informasi tersebut berkesesuaian dengan keterangan Kepala Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Sekretariat Jenderal (Setjen) Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait.

”Pada 25 Juni 2026, almarhum mengalami keluhan kesehatan berupa sesak napas dan segera mendapatkan penanganan awal dari tim kesehatan satuan. Setelah kondisi kesehatannya berangsur membaik, yang bersangkutan sempat kembali mengikuti aktivitas,” ucap Rico saat dikonfirmasi.

Nahas, sore harinya kondisi kesehatan Rifki kembali drop. Dia lantas dirujuk ke Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAU) dr. Esnawan Antariksa untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan. Sebelum dinyatakan meninggal dunia, dia sempat ditangani di ruang Intensive Care Unit (ICU).

Berbagai upaya dan tindakan sudah dilakukan untuk menyelamatkan korban. Namun, pada pukul 00.28 WIB, tim dokter menyatakan bahwa Rifik telah meninggal dunia. Dia menjadi peserta latsarmil keempat yang dinyatakan meninggal dunia di tengah pendidikan.

”Sebelum mengikuti program, almarhum Muhammad Rifki Renaldi Gunawan telah melalui tahapan seleksi sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk pemeriksaan kesehatan, dan dinyatakan memenuhi persyaratan untuk mengikuti pendidikan,” kata Rico.  (*)

Editor : Slamet Harmoko
#Latsarmil #Calon Manajer Kopdes #Kopdes