Radarsampit.jawapos.com - Seorang penumpang KRL yang selamat dari kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur mengungkapkan detik-detik sebelum tabrakan terjadi. Ia menyebut klakson KA Argo Bromo Anggrek sudah berbunyi terus-menerus dari kejauhan.
Ia mengaku mulai menyadari bahaya ketika mendengar suara klakson KA Argo Bromo dari kejauhan yang tidak berhenti-berhenti. Saat itu, ia langsung berinisiatif menyelamatkan diri.
“Klaksonnya dari jauh sudah bunyi terus. Pas saya nengok, saya langsung loncat saja. Alhamdulillah masih dikasih selamat,” katanya.
Penumpang tersebut berada di gerbong tiga saat kejadian. Ia menggambarkan benturan terjadi sangat keras hingga membuat penumpang terpental.
“Di gerbong tiga itu semua mental. Kencangnya bukan main, suaranya sudah seperti rudal,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti lamanya KRL berhenti sebelum kejadian. Menurutnya, kondisi itu seharusnya bisa dimanfaatkan untuk mengevakuasi penumpang lebih dulu.
“Kalau dari awal penumpang disuruh turun, mungkin banyak yang selamat,” katanya.
Meski demikian, ia menegaskan tidak ingin menyalahkan pihak tertentu dan menganggap kejadian ini sebagai musibah. Namun, ia berharap ke depan koordinasi bisa lebih baik agar kejadian serupa tidak terulang.
“Ini musibah, enggak usah saling menyalahkan. Tapi ke depan harusnya ada komunikasi yang jelas,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kereta yang menabrak adalah KA Argo Bromo Anggrek yang datang dari arah Jakarta. Sementara KRL yang ditumpanginya tengah berhenti di Stasiun Bekasi Timur.
Ia juga mengungkapkan bahwa gerbong paling belakang, khususnya gerbong wanita, mengalami kerusakan paling parah dan sulit dievakuasi.
“Yang paling parah dari gerbong wanita di belakang sampai ke depannya. Itu susah sekali diselamatkan,” tuturnya.
Penumpang tersebut diketahui berangkat dari Stasiun Senen menuju Tambun sepulang kerja. Ia termasuk salah satu korban selamat tanpa perawatan di rumah sakit. Pria itu bahkan terekam sempat viral karena berdebar dengan petugas KAI usai kejadian. (jpg)
Editor : Slamet Harmoko