Radarsampit.jawapos.com - Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, disinyalir resmi ditetapkan sebagai tersangka setelah terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (3/3) dini hari.
Dalam operasi yang digelar di wilayah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan tersebut, KPK mengamankan sedikitnya 14 orang.
Kenakan Rompi Oranye
Pantauan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Fadia telah selesai menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik.
Ia terlihat turun mengenakan rompi tahanan KPK berwarna oranye, yang umumnya dipakai tersangka kasus korupsi yang akan ditahan.
Fadia tampak menutupi wajahnya dengan kerudung saat berjalan menuju mobil tahanan.
Meski demikian, KPK belum secara resmi mengumumkan status hukum Fadia dalam konferensi pers. Penahanan disebut dilakukan setelah lembaga antirasuah itu menggelar ekspose perkara pada Selasa (3/3) malam.
Bantah Terjaring OTT
Saat hendak memasuki mobil tahanan, Fadia menyampaikan pernyataan singkat kepada awak media. Ia membantah dirinya terjaring OTT.
"Saya tidak di-OTT, saya tidak ada barang apapun yang diambil," kata Fadia, Rabu (4/3).
Politikus Partai Golkar itu juga mengaku saat penangkapan dirinya sedang bersama Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.
"Pada saat penangkapan saya, apa mereka menggerebek ke rumah, saya sedang sama Pak Gubernur Jawa Tengah, jadi saya tidak ada OTT apapun barang serupiah pun, demi Allah nggak ada," ujarnya.
KPK Pastikan Sudah Tetapkan Tersangka
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan bahwa lembaganya telah menetapkan tersangka dalam OTT di wilayah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.
"KPK juga sudah menetapkan status hukum kepada pihak-pihak yang diamankan, dalam 1×24 jam," ucap Budi.
Namun, KPK belum mengungkap secara rinci siapa saja pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Lembaga tersebut dijadwalkan menggelar konferensi pers pada Rabu (4/3) siang untuk memaparkan kronologi, konstruksi perkara, serta mengumumkan secara resmi pihak-pihak yang menyandang status tersangka.
Kasus ini menjadi sorotan publik, mengingat Fadia merupakan kepala daerah aktif yang baru beberapa tahun menjabat sebagai Bupati Pekalongan. (jpg)