6 Tips Ampuh Menahan Amarah dan Tetap Tenang Saat Menghadapi Atasan


Radarsampit.jawapos.com - Dimarahi oleh atasan memang bukan momen yang menyenangkan. Rasanya campur aduk, mulai dari kaget, kesal, malu, hingga ingin membela diri saat itu juga.
Namun, merespons dengan emosi yang meledak-ledak biasanya justru akan memperburuk situasi profesional Anda.
Berikut adalah beberapa cara efektif untuk menahan emosi dan tetap tenang saat menghadapi teguran keras dari atasan:
1. Terapkan Aturan "Jeda 5 Detik" dan Tarik Napas Dalam
Saat dikritik, tubuh otomatis mengaktifkan mode fight or flight (melawan atau kabur) yang memicu lonjakan adrenalin.
Baca Juga: Dua Truk Tronton PT KIBA Dijarah Sopir Sendiri di Cempaga Hulu, Perusahaan Rugi Hampir Rp 100 Juta
- Tindakan: Sebelum Anda membuka mulut untuk merespons, ambil jeda selama 5 detik. Atur napas Anda: tarik napas dalam-dalam melalui hidung, tahan sebentar, lalu embuskan perlahan lewat mulut.
- Tujuan: Jeda ini memberi waktu bagi otak rasional Anda untuk mengambil alih kendali sebelum otak emosional telanjur melontarkan kata-kata yang memicu penyesalan.
2. Pisahkan "Pesan" dari "Cara Penyampaiannya"
Terkadang yang membuat kita sangat marah bukanlah inti masalahnya, melainkan nada bicara atau pilihan kata atasan yang bernada tinggi.
- Tindakan: Coba lakukan filtrasi mental. Singkirkan dulu bentakan, sindiran, atau nada ketusnya. Fokus hanya pada fakta dan data objektif dari apa yang dia keluhkan.
- Tanyakan pada diri sendiri: "Apa kesalahan kerja yang sebenarnya sedang dia bahas di sini?"
3. Jangan Langsung Memotong atau Membantah (Defensive)
Memotong pembicaraan saat atasan sedang emosi ibarat menyiram bensin ke dalam api. Meskipun Anda merasa berada di pihak yang benar, simpan dulu pembelaan tersebut.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




