Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Tujuh Bulan Hilang di Makkah, Keluarga Jemaah Haji Asal Malang Jalani Tes DNA

Slamet Harmoko • Minggu, 21 Desember 2025 | 15:46 WIB

 

Keluarga Sukardi yakni anak ketiganya Amin (baju coklat) saat menunggu dilakukan tes DNA di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Selasa (16/12). (Rahmat Sudrajat)
Keluarga Sukardi yakni anak ketiganya Amin (baju coklat) saat menunggu dilakukan tes DNA di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Selasa (16/12). (Rahmat Sudrajat)

Radarsampit.jawapos.com – Misteri hilangnya Sukardi bin Jakim (67), jemaah haji asal Kabupaten Malang yang dilaporkan menghilang di Makkah sejak 29 Mei 2025, hingga kini belum terungkap.

Setelah tujuh bulan tanpa kepastian, pihak keluarga akhirnya menempuh langkah tes DNA guna memastikan identitas sejumlah jemaah haji yang ditemukan meninggal dunia tanpa identitas di Kota Suci.

Tes DNA tersebut dilakukan di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Selasa (16/12), dan diikuti oleh Amin, anak ketiga Sukardi, sebagai perwakilan keluarga.

Mengutip Radar Surabaya, langkah ini ditempuh menyusul adanya informasi dari Kementerian Haji terkait temuan beberapa jemaah wafat tanpa dokumen identitas di Makkah.

Sukardi merupakan jemaah kloter 79 asal Desa Dilem, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Ia dilaporkan hilang dua hari setelah tiba di Makkah dan menginap di Hotel Tala’ea Al Khair, kamar 813.

Hingga saat ini, keberadaannya belum diketahui meski upaya pencarian telah dilakukan sejak awal musim haji oleh tim Perlindungan Jemaah Haji (Linjam) dan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.

MASIH DICARI: Sukardi semasa menjalani ibadah haji di tanah suci Makkah.
MASIH DICARI: Sukardi semasa menjalani ibadah haji di tanah suci Makkah.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Malang, Abdul Salam, mengatakan tes DNA menjadi langkah lanjutan untuk mengungkap identitas jemaah haji yang ditemukan meninggal dunia tanpa data diri.

“Setelah menerima informasi dari Kementerian Haji terkait temuan jemaah wafat tanpa identitas di Makkah, kami mengundang keluarga Sukardi untuk menjalani tes DNA di Asrama Haji Sukolilo,” ujarnya.

Proses identifikasi dilakukan oleh tim Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Mabes Polri dengan metode dental melalui pemeriksaan gigi dan mulut yang dinilai memiliki tingkat akurasi tinggi.

Pendamping jemaah kloter 79 dari KBIHU Wali Songo Kepanjen, Mochammad Fairus, mengungkapkan bahwa Sukardi memiliki riwayat demensia. Kondisinya diduga memburuk setelah tiba di Arab Saudi.

“Beliau sempat mengalami kejadian serupa saat di Asrama Haji Sukolilo, namun berhasil ditemukan. Di Makkah, beliau keluar hotel dua hari setelah tiba dengan mengenakan baju batik dan membawa tas, lalu tidak kembali,” kata Fairus.

Menurut keterangan keluarga, sebelum keberangkatan dari Bandara Internasional Juanda, Sukardi sempat ingin pulang.

Setibanya di Makkah, kondisi ingatannya menurun dan ia kerap masuk ke kamar jemaah lain serta membuka tas milik orang lain.

Sukardi diketahui berangkat seorang diri dan dititipkan kepada rekan satu kamar. Namun, karena kelelahan, rekannya tersebut tertidur dan tidak menyadari saat Sukardi keluar hotel sekitar waktu subuh. Kepergiannya juga tidak terekam kamera pengawas (CCTV).

Putri Sukardi, Khoridatul Hidayah, mengatakan ayahnya mulai menunjukkan kebingungan sejak berada di Asrama Haji Sukolilo.

Saat masih di rumah, ayahnya beraktivitas normal seperti bekerja di sawah dan bersih-bersih. Namun di asrama, ia terlihat linglung karena tidak bisa beraktivitas seperti biasa.

“Saat umrah wajib sempat terpisah dari rombongan, tapi masih ketemu. Hari Rabu kami masih komunikasi. Setelah itu, saya tidak bisa lagi menghubungi bapak,” ujarnya kepada Radar Malang.

Amin berharap tes DNA ini dapat memberikan kepastian terkait nasib ayahnya. “Kami sekeluarga masih berharap ada keajaiban. Semoga bapak kami masih hidup dan bisa segera ditemukan,” katanya.

Selain Sukardi, dua jemaah haji Indonesia lainnya juga dilaporkan hilang di Makkah, yakni Nurimah (80) dari kloter 19 Embarkasi Palembang dan Hasbulah (73) dari kloter 7 Embarkasi Banjarmasin. (jpg)

 

Editor : Slamet Harmoko
#tes dna #dilem #kepanjen #jemaah haji hilang #malang #sukardi