Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Papua Siaga Jelang 1 Desember, Tokoh Adat dan Aparat Bersinergi Jaga Ketenteraman

Gunawan. • Sabtu, 29 November 2025 | 18:08 WIB
Ilustrasi TNI/Polri ajamin keamanan warga.
Ilustrasi TNI/Polri ajamin keamanan warga.

NABIRE, radarsampit.jawapos.com – Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Nabire mengadakan sosialisasi mengenai peran masyarakat adat dalam menjaga keamanan dan ketertiban menjelang 1 Desember.

Kegiatan ini menekankan sinergi antara tokoh adat dan aparat demi menjaga stabilitas sosial serta mencegah gesekan yang dapat mengganggu aktivitas warga.

Ketua LMA Nabire Karel Misiro menegaskan posisi LMA sebagai mitra pemerintah dalam upaya menjaga keharmonisan antarkomponen masyarakat dan mengimbau agar para tokoh adat meningkatkan kewaspadaan periode akhir November hingga awal Desember.

”Tanggal 1 Desember sering menimbulkan dinamika sosial di Papua, terutama terkait unjuk rasa atau aktivitas kelompok tertentu. Untuk itu, masyarakat diminta tetap tenang namun waspada. Saya menekankan pentingnya menghindari provokasi, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta segera melapor kepada aparat apabila ditemukan potensi gangguan keamanan,” ucap Karel.

Dalam kesempatan terpisah, Komandan Kodim 1710/Mimika Letkol Inf M Slamet Wijaya memaparkan kondisi keamanan di wilayahnya menjelang 1 Desember.

Menurutnya, situasi Kota Timika relatif aman terkendali sementara sejumlah distrik pedalaman seperti Jila Alama Hoeya dan Tembagapura masuk kategori “rawan terkendali” yang memerlukan pengawasan ekstra karena letak geografis dan kedekatannya dengan daerah konflik.

”Untuk wilayah Kota Timika dan sekitarnya saat ini berada dalam situasi aman terkendali, sementara wilayah distrik di pegunungan berada dalam situasi rawan terkendali,” ujarnya.

Letkol Slamet juga menyampaikan, perintah dari pimpinan telah diterima untuk meningkatkan kesiapsiagaan sehingga aparat dapat merespons cepat bila ditemukan tanda-tanda gangguan kamtibmas.

”Kami juga sudah mendapatkan perintah dari pimpinan untuk mengantisipasi hal-hal yang dapat mengganggu kamtibmas. Kita meminta dukungan dan peran serta seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan sehingga warga bisa beraktivitas seperti biasanya,” tegasnya.

Dia menambahkan, kehadiran aparat dimaksudkan untuk melindungi bukan menakut-nakuti.

”Kehadiran aparat keamanan di sana tidak ada keinginan untuk menyakiti masyarakat. Kami datang murni untuk menjaga mereka,” kata Slamet.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Papua Selatan mendorong nuansa positif menyambut perayaan Natal yang bertepatan dengan awal Desember.

Sekretaris Daerah Papua Selatan Ferdinandus Kainakaimu meminta panitia Natal menerbitkan surat edaran yang mengajak masyarakat menghias dan menggaungkan gema Natal sejak awal Desember sebagai upaya memperkuat suasana damai.

”Kami minta supaya panitia Natal segera mengeluarkan surat edaran yang mengajak masyarakat menggaungkan gema Natal pada awal Desember,” ujarnya. (*/ign)

Editor : Gunawan.
#tni #PAPUA