Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Keraton Surakarta Siapkan Kereta Pusaka untuk Prosesi Pemakaman Sinuhun Pakubuwono XIII

Slamet Harmoko • Minggu, 2 November 2025 | 14:33 WIB
Kereta Jenazah Peninggalan Zaman PB VII. (ANTONIUS CHRISTIAN/RADAR SOLO)
Kereta Jenazah Peninggalan Zaman PB VII. (ANTONIUS CHRISTIAN/RADAR SOLO)

SOLO, radarsampit.jawapos.com – Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat mulai mempersiapkan prosesi adat untuk penghormatan terakhir kepada Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun (SISKS) Pakubuwono XIII yang wafat pada Sabtu (1/11) pagi sekitar pukul 07.30 WIB.

Salah satu pusaka yang kembali dikeluarkan adalah kereta jenazah berwarna putih, kendaraan sakral yang secara khusus digunakan untuk mengantarkan raja menuju peristirahatan terakhir.

Persiapan pengeluaran kereta pusaka dilakukan sejak Minggu (2/11) pagi oleh abdi dalem bagian Citro Keraton Surakarta.

Kereta berbahan kayu jati berusia lebih dari seabad itu terakhir kali digunakan pada prosesi pemakaman raja-raja terdahulu, seperti PB X dan PB XII.

Simbol Penghormatan Terakhir

Kereta jenazah pusaka ini memiliki empat roda besar dan biasanya ditarik oleh enam hingga delapan ekor kuda pilihan. Dengan ornamen mahkota di bagian puncaknya, kereta tersebut menjadi simbol suci perjalanan seorang raja dari alam dunia menuju keabadian.

“Kereta jenazah ini khusus digunakan untuk mengangkat jenazah dari ndalem keraton ke luar. Seperti saat PB XII dulu, sama. Kalau PB X sempat ke Stasiun Balapan karena naik kereta api,” ujar KGPH Puger, adik PB XIII, saat ditemui di dalam kompleks keraton.

Menurutnya, tata cara prosesi PB XIII akan berlangsung serupa dengan tradisi sebelumnya. “Koordinasinya hampir sama. Kalau ada perubahan, nanti kami sesuaikan,” imbuhnya.

Prosesi Akan Dihadiri Prajurit Keraton dan Keluarga

Dalam prosesi adat nanti, kereta akan keluar dari kompleks keraton diiringi derap langkah pasukan prajurit, sentono dalem, para pengawal, serta keluarga besar keraton. Masyarakat biasanya turut berdiri di sepanjang jalan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada raja mereka dengan menundukkan kepala.

Dari keraton, kereta jenazah hanya digunakan untuk membawa almarhum hingga titik transit tertentu. Lokasi transit masih menunggu keputusan para Gusti dan keluarga keraton.

Setelah itu, jenazah PB XIII akan dipindahkan ke mobil jenazah untuk diberangkatkan menuju Kompleks Pemakaman Raja-Raja Imogiri di Bantul, Yogyakarta, sesuai tradisi turun-temurun Keraton Surakarta.

Kereta Pusaka Berusia Lebih dari 100 Tahun

Kereta jenazah yang kini disiapkan memiliki sejarah panjang. Catatan keraton menunjukkan bahwa kendaraan ini telah ada sejak masa PB VII dan sempat direnovasi pada masa PB X. Kereta tersebut disimpan dan dirawat secara khusus di gedung koleksi kereta keraton.

Setiap kali kereta pusaka ini kembali bergerak, masyarakat keraton menganggapnya sebagai tanda bahwa sejarah sedang menuliskan babak baru bagi Kasunanan Surakarta.

Rangkaian Prosesi Adat

KGPH Puger menjelaskan bahwa prosesi pemakaman PB XIII akan mengikuti adat yang berlaku sejak masa leluhur Mataram.

“Biasanya pemakaman dilakukan dua sampai tiga hari setelah wafat, menunggu penjabat pemerintah yang akan melayat. Paling lambat tiga hari,” terangnya.

Rangkaian prosesi adat akan dimulai dari Masjid Keraton, tempat jenazah disiram (suci) dan disalatkan. Setelah itu, jenazah dibawa ke Paragiyo, di belakang Sasana Wilopo, sebelum diberangkatkan melalui jalur utama keraton.

“Adatnya seperti biasa. Dari masjid, disirami, lalu dibawa ke Paragiyo. Destinasinya yang berbeda karena setiap raja punya masjid dan pendopo sendiri. Tapi brobosan tetap ada, adatnya begitu,” jelasnya.

Wafatnya PB XIII menandai berakhirnya masa kepemimpinan raja yang telah bertakhta selama 21 tahun. Kepergian beliau meninggalkan duka mendalam bagi keluarga keraton dan masyarakat Solo yang selama ini memandang sosok sinuhun sebagai penjaga budaya dan tradisi Jawa.

Editor : Slamet Harmoko
#kereta pusaka keraton solo #Pakubuwono XIII mangkat #Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat #Raja Solo Wafat