Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

MBG dan UMKM, Sinergi Pangan Lokal untuk Pertumbuhan Ekonomi yang Merata

Gunawan. • Kamis, 30 Oktober 2025 | 17:16 WIB
Badan Gizi Nasional saat mengecek salah satu dapur Makan Bergizi Gratis.
Badan Gizi Nasional saat mengecek salah satu dapur Makan Bergizi Gratis.

JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah kini menunjukkan efek ganda, yakni memperbaiki status gizi anak dan keluarga sekaligus mendorong aktivitas ekonomi lokal melalui keterlibatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

MBG dinilai sebagai intervensi yang menggabungkan tujuan kesehatan publik dan penguatan rantai pasok pangan domestik.

Pelaksanaan MBG dilaksanakan secara bertahap dan sudah menyasar jutaan penerima manfaat pada fase awal.

Pemerintah juga telah mengalokasikan anggaran besar untuk program ini, dengan pagu awal yang disepakati sekitar Rp71 triliun dan rencana perluasan anggaran pada tahap berikutnya yang mencapai angka ratusan triliun.

Salah satu aspek penting yang menjadi landasan MBG adalah penyaluran anggaran untuk pembelian bahan baku lokal, sehingga memberikan ruang bagi pelaku UMKM dan petani/peternak daerah.

Proporsi signifikan dari anggaran MBG dialokasikan untuk pengadaan pangan dan operasional dapur komunitas, sehingga efek pengganda terhadap ekonomi desa dan pasar tradisional dapat dirasakan.

Mengacu data resmi pemerintah, proporsi anggaran untuk pengadaan bahan baku berkisar di angka sekitar 80–85 persen.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman menegaskan pentingnya peran usaha mikro dalam ekosistem MBG.

”UMKM di pelosok ikut menyuplai kebutuhan dapur MBG sehingga manfaat ekonomi program harus sampai ke tingkat usaha kecil,” ujar Maman.

Dari sisi sosial, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan, MBG tidak hanya soal kecukupan gizi tetapi juga soal ketahanan pangan dan lapangan kerja.

”Desain program ini memastikan asupan gizi bagi penerima sekaligus membuka peluang kerja dan pemasukan bagi komunitas lokal,” kata Gus Ipul saat meninjau pelaksanaan program di sejumlah lokasi.

Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai otoritas teknis menegaskan penguatan mekanisme pengawasan dan operasional agar pelaksanaan MBG tetap berkualitas.

Kepala BGN menyatakan bahwa lembaganya fokus memperkuat tata kelola dan akuntabilitas pelaksanaan sehingga integritas program tetap terjaga dan manfaatnya maksimal untuk penerima serta mitra lokal.

Sebagai informasi, keterlibatan UMKM dan pelaku usaha pangan lokal dalam rantai pasok MBG meningkatkan permintaan yang stabil terhadap produk lokal, mulai dari hasil tani hingga pengolahan kecil. Hal itu berdampak positif pada omzet dan akses pasar. (*/ign)

Editor : Gunawan.
#UMKM #Makan Bergizi Gratis (MBG)