Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Kampung Internet Hadir di Desa, Akses Broadband Gratis Literasi Digital Bahaya Judi Online

Gunawan. • Rabu, 1 Oktober 2025 | 15:47 WIB
Ilustrasi judi online. (JawaPos.com via canva.)
Ilustrasi judi online. (JawaPos.com via canva.)

JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah meluncurkan Program Kampung Internet 2025 di Desa Kramat Gajah, Kabupaten Deli Serdang.

Hal tersebut sebagai upaya memperluas akses broadband ke desa, sekaligus mengedukasi masyarakat tentang bahaya konten negatif, terutama judi online.

Program ini menghadirkan layanan akses internet gratis selama 12 bulan untuk UMKM dan ruang publik di wilayah sasaran.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid meresmikan ratusan titik Kampung Internet yang menjadi bagian dari bantuan akses fixed broadband Pemerintah 2025.

Program ini mencakup 1.194 titik akses yang tersebar di 20 desa di lima provinsi, yakni Sumatera Utara, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Banten, dan Lampung.

Meutya meminta agar fasilitas tersebut dimanfaatkan untuk kegiatan produktif yang menggerakkan ekonomi desa, sambil memperingatkan agar jaringan tidak dipakai untuk aktivitas merugikan.

”Kami bawa jaringan ini supaya bisa dipakai untuk hal-hal yang membangun. Tolong jangan gunakan untuk hal buruk, apalagi judi daring, pornografi, atau penipuan digital,” tegas Meutya.

Secara khusus, Sumatera Utara menjadi provinsi dengan alokasi terbesar dalam gelombang ini. Tercatat 307 titik berada di wilayah Deli Serdang dan Serdang Bedagai.

Pemerintah berharap jumlah titik tersebut dapat meningkatkan akses pendidikan daring, memperluas pasar UMKM lokal, dan mempercepat layanan publik berbasis digital.

Dalam rangka membangun kapasitas SDM lokal, Komdigi juga menyerahkan bantuan laboratorium fiber optik kepada SMK Negeri 1 Lubuk Pakam.

Fasilitas tersebut dimaksudkan untuk menjadi pusat pelatihan teknis agar siswa siap diserap industri telekomunikasi dan ikut memelihara infrastruktur di daerahnya.

”Laboratorium ini akan melatih siswa-siswi agar menjadi tenaga yang siap diserap perusahaan operator,” ujar Meutya.

Sementara itu, anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Sudin menekankan peran orang tua sebagai benteng utama.

”Kita sering mengira anak-anak baik-baik saja, padahal mereka bisa saja terjerumus ke judi online atau bahaya digital lainnya. Pengawasan keluarga sangat diperlukan,” ujarnya. (*/ign)

Editor : Gunawan.
#internet #kampung #komdigi #judi online