Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Pastikan Tindak Tegas Penyebar Narasi Provokatif Adu Domba TNI dan Polri

Gunawan. • Selasa, 9 September 2025 | 17:08 WIB
TNI Angkatan Darat menggelar patroli skala besar di Jakarta beberapa waktu lalu. (Istimewa)
TNI Angkatan Darat menggelar patroli skala besar di Jakarta beberapa waktu lalu. (Istimewa)

JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Markas Besar TNI menegaskan hubungan antara TNI dan Polri tetap kokoh di tengah ramai peredaran hoaks dan narasi provokatif pascakerusuhan demonstrasi akhir Agustus.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen (Mar) Freddy Ardianzah menyatakan institusi itu akan menindak tegas akun dan pihak yang sengaja menyebarkan informasi menyesatkan untuk mengadu domba aparat keamanan.

Menurut Freddy, banyak konten provokatif yang beredar mencoba memberi kesan adanya perpecahan internal antara TNI dan Polri.

Padahal, faktanya kedua institusi tetap berkoordinasi penuh saat menata situasi keamanan.

”Kami akan menelusuri semua sumber hoaks itu dan menyerahkan prosesnya ke penegak hukum sesuai koridor aturan,” ujarnya.

Sebagai bagian dari upaya meredam konflik, aparat gabungan TNI–Polri melakukan patroli bersama dan langkah-langkah pengamanan di sejumlah titik rawan pasca-aksi, termasuk pengamanan fasilitas yang sempat diserang massa.

Langkah patroli dan operasi gabungan ini dimaksudkan untuk menunjukkan kesolidan dan menstabilkan situasi publik.

Dosen Ilmu Politik Universitas Udayana dan pendiri Malleum Iustitiae Institute, Efatha Filomeno Borromeu Duarte, mengingatkan peran penting media arus utama dalam menahan narasi yang dapat memperbesar potensi konflik.

Menurut Efatha, insiden yang sempat viral pada beberapa titik sejatinya merupakan kesalahpahaman kecil yang telah diselesaikan secara damai, namun narasi digital yang provokatif membuatnya tampak membesar.

”Secara faktual, yang terjadi adalah jabat tangan dan kerja sama di lapangan, bukan perpecahan. Media harus berhati-hati agar tidak memperkeruh keadaan,” ujarnya.

Efatha juga mengingatkan tentang adanya perang informasi asimetris, yakni aktor non-negara dapat menyebarkan disinformasi lebih cepat daripada klarifikasi resmi, sehingga publik sering menerima versi yang belum terverifikasi.

Oleh karena itu, dia menekankan perlunya kontrol rantai komando dan komunikasi publik yang cepat serta akurat dari institusi terkait. (*/ign)

Editor : Gunawan.
#provokatif #tni #polri