Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Pulihkan Rasa Aman, TNI-Polri Gencarkan Patroli hingga RT/RW

Gunawan. • Kamis, 4 September 2025 | 15:35 WIB
Aparat gabungan di Seruyan saat mengawali patrol keliling Kota Kuala Pembuang, Selasa (2/9) malam.
Aparat gabungan di Seruyan saat mengawali patrol keliling Kota Kuala Pembuang, Selasa (2/9) malam.

JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Polri dan TNI memperketat pengamanan di seluruh wilayah dengan menggencarkan patroli gabungan berskala besar sampai ke level RT/RW.

Langkah ini merupakan respons atas kerusuhan dan kasus penjarahan di sejumlah daerah akhir Agustus, yang mendorong arahan cepat dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kepada jajaran.

Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Komjen Pol Dedi Prasetyo menyatakan, patroli itu bukan sekadar tampilan kekuatan tetapi upaya nyata menjamin keselamatan warga dan aset publik.

”Patroli gabungan difokuskan hingga ke lingkungan paling bawah agar setiap warga merasakan kehadiran negara,” ujarnya saat memberi keterangan.

Instruksi pelaksanaan patroli datang langsung dari pimpinan Polri dan diteruskan ke Polda dan Polres untuk berkoordinasi intensif dengan jajaran TNI.

Obyektifnya jelas, mencegah meluasnya aksi yang dapat merugikan masyarakat, termasuk upaya penjarahan atau vandalisme terhadap fasilitas umum dan rumah warga.

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menegaskan dukungan penuh TNI terhadap operasi gabungan itu.

Menurut Agus, sinergi kedua institusi diperlukan agar pengamanan bersifat efektif sekaligus tetap mengedepankan profesionalisme.

”Sinergi TNI–Polri tidak bisa ditawar. Kami siap turun bersama agar stabilitas dan rasa aman pulih,” tegasnya.

Meski menghadirkan kekuatan keamanan, aparat menekankan pendekatan humanis. Dedi dan Panglima Agus sama-sama meminta personel menjaga sikap profesional dan mengutamakan keselamatan warga selama operasi.

Pemerintah daerah, tokoh masyarakat dan tokoh agama juga diharap aktif melaporkan potensi gangguan agar respons cepat bisa dilakukan secara terkoordinasi.

”Kami tidak bisa bekerja sendirian. Masyarakat adalah mata dan telinga di lapangan,” kata Dedi.

Operasi patroli yang digelar sejak akhir Agustus sampai awal September ini diproyeksikan bersifat berkelanjutan sampai situasi benar-benar kondusif.

Aparat menegaskan tindakan represif hanya digunakan terhadap pihak yang jelas melakukan tindak pidana. Selain itu, upaya preventif dan dialog tetap menjadi bagian dari strategi menjaga keamanan. (*/ign)

Editor : Gunawan.
#patroli #tni #dedi prasetyo #Panglima TNI #polri