Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Sinergi Indonesia-Cina Dirikan 1.000 Dapur Program Makan Bergizi Gratis

Gunawan. • Rabu, 28 Mei 2025 | 16:25 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto melakukan inspeksi mendadak atau sidak ke dapur umum dan sekolah untuk meninjau langsung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (3/2)
Presiden RI Prabowo Subianto melakukan inspeksi mendadak atau sidak ke dapur umum dan sekolah untuk meninjau langsung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (3/2)

JAKARTA, radarsampit.jawapos.com — Indonesia dan Cina memperkuat kolaborasi strategis dalam ketahanan pangan dengan inisiatif pendirian 1.000 dapur sebagai bagian dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Proyek ini adalah buah kerja sama antara Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Kadin Indonesia Komite Tiongkok (KIKT), serta Kadin Cina, yang diresmikan lewat penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pada Indonesia-Cina Business Reception 2025 di Jakarta.

Anindya Bakrie, Ketua Umum Kadin Indonesia, menerangkan bahwa setiap dapur akan beroperasi sebagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mendukung target pemerintah membangun 30.000 dapur MBG secara nasional.

”Dari Kadin, kami memulai secara bertahap dengan sasaran minimal 1.000 SPPG. Kadin Cina pun bersedia ikut berkontribusi dalam angka tersebut,” ungkap Anindya.

Program MBG sendiri menyasar sekitar 80 juta penerima manfaat, khususnya pelajar, dalam rangka peningkatan kualitas gizi secara menyeluruh. Anindya menegaskan bahwa kolaborasi ini memiliki nilai strategis jangka panjang bagi generasi mendatang.

”Dampaknya sangat signifikan dan berkelanjutan untuk masa depan anak-anak Indonesia,” tambahnya.

Garibaldi “Boy” Thohir, Ketua KIKT, menegaskan bahwa inisiatif ini sekaligus memperkuat hubungan bilateral yang telah terjalin antara Indonesia dan Cina selama 75 tahun.

Menurut Boy, dukungan pengusaha Cina untuk MBG adalah wujud nyata semangat gotong-royong di tengah ketidakpastian ekonomi global.

”Kerja sama lintas negara seperti ini sangat relevan karena langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat,” papar Boy.

MoU antara Kadin Indonesia dan Kadin Cina menjadi landasan pelaksanaan pembangunan dapur MBG yang akan tersebar merata di berbagai provinsi.

Harapannya, distribusi SPPG ini dapat mempercepat pemerataan gizi dan memberikan dampak sosial-ekonomi berkelanjutan.

Dadan Hindayana, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), membenarkan adanya kolaborasi tersebut dan menegaskan bahwa pelaksanaan teknis akan dikendalikan Kadin.

”Kadin menargetkan pembangunan sekitar 1.000 SPPG, dan mekanismenya adalah kerja sama langsung dengan pihak Cina. Kami di BGN telah memiliki MoU dengan Kadin, sehingga SPPG akan bermitra dengan BGN untuk menjangkau seluruh daerah,” jelas Dadan.

Dadan memuji keterlibatan sektor swasta dalam MBG, yang menurutnya akan memperkokoh ekosistem pemenuhan gizi nasional secara lebih inklusif dan berkelanjutan.

Dengan dukungan lintas negeri dan lintas sektor, pendirian 1.000 dapur SPPG ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam mendukung visi Indonesia menuju generasi sehat dan tangguh, serta mempererat kerja sama ekonomi dan sosial antara Indonesia dan Cina. (*)

Editor : Gunawan.
#Makan Bergizi Gratis atau MBG #kerja sama