Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Indonesia Dorong Koridor Kemanusiaan untuk Perdamaian Global dalam Konferensi PUIC ke-19

Gunawan. • Rabu, 14 Mei 2025 | 19:50 WIB

 

PERKUAT KERJA SAMA: Pelaksanaan Konferensi Ke-19 Parliamentary Union of the OIC (PUIC) di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (12/5).
PERKUAT KERJA SAMA: Pelaksanaan Konferensi Ke-19 Parliamentary Union of the OIC (PUIC) di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (12/5).

JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) secara resmi membuka Konferensi ke-19 Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (14/5).

Acara ini menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk memperkuat peran aktifnya dalam mendorong perdamaian dan solidaritas antarnegara Islam.

Dalam sambutannya, Indonesia menyuarakan keprihatinan atas konflik yang masih melanda sejumlah negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

Pemerintah menekankan pentingnya upaya kemanusiaan yang nyata dan terus berkomitmen melindungi warga negara Indonesia di wilayah rawan.

Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Ravindra Airlangga, dalam pertemuan bilateral bersama delegasi Parlemen Yaman di sela-sela konferensi, menyatakan dukungan penuh DPR RI terhadap pembukaan koridor kemanusiaan di wilayah konflik.

”Indonesia akan terus menyuarakan pentingnya akses kemanusiaan yang terbuka dan mendukung penuh setiap upaya menuju perdamaian,” ujar Ravindra.

Sementara itu, Ketua DPR RI, Puan Maharani, menegaskan bahwa menjadi tuan rumah konferensi ini bukan hanya soal kehormatan, tetapi juga bagian dari strategi diplomasi Indonesia dalam memperkuat suara dunia Islam yang demokratis dan solutif.

“Forum ini merupakan ruang strategis bagi parlemen negara-negara Islam untuk berbagi pandangan dan memperkuat kerja sama dalam menjawab tantangan global, termasuk krisis kemanusiaan, kesenjangan ekonomi, dan perubahan iklim,” kata Puan.

Ia juga menekankan pentingnya kebersamaan di antara negara-negara Islam dalam menghadapi persoalan dunia.

”Kami berharap konferensi ini mampu menghasilkan keputusan nyata yang berkontribusi bagi perdamaian dan kemajuan bersama serta mempererat solidaritas antaranggota OKI,” lanjutnya.

Sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama multilateral berdasarkan nilai-nilai Islam yang moderat, terbuka, dan solutif.

Sekretaris Jenderal PUIC, Mouhamed Khouraichi Niass, turut menyampaikan penghargaan atas sambutan hangat dan fasilitasi dari Indonesia.

Ia menilai Indonesia memiliki peran strategis dalam memperkuat posisi dunia Islam dalam forum-forum internasional.

Konferensi yang digelar sejak 12 hingga 15 Mei 2025 ini ditargetkan menghasilkan berbagai resolusi penting, termasuk dalam bidang perdamaian, pembangunan ekonomi berkelanjutan, pemberdayaan pemuda, peran perempuan, serta penanganan krisis kemanusiaan. (*)

Editor : Gunawan.
#parlemen #DPR RI #kemanusiaan