Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Jadi Stimulus Ekonomi Mudik Lebaran, Diskon Tarif Tiket Pesawat dan Tol Tingkatkan Daya Beli Masyarakat

Gunawan. • Minggu, 2 Maret 2025 | 19:25 WIB
ILUSTRASI: Sejumlah calon penumpang saat menuju pesawat di bandara Iskandar Pangkalan Bun. (Slamet Harmoko/Radar Sampit)
ILUSTRASI: Sejumlah calon penumpang saat menuju pesawat di bandara Iskandar Pangkalan Bun. (Slamet Harmoko/Radar Sampit)

JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah telah menetapkan kebijakan baru berupa penurunan tarif tol dan diskon harga tiket pesawat guna mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2025 sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah tujuan.

Langkah ini diharapkan dapat mengurangi beban biaya perjalanan bagi masyarakat sekaligus merangsang aktivitas ekonomi lokal.

Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Menurutnya, potongan harga pada tiket pesawat dan tol merupakan stimulus yang efektif untuk meningkatkan daya beli masyarakat menjelang Lebaran.

Pemerintah mengambil inisiatif dengan menanggung sebagian Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk tiket pesawat kelas ekonomi, sehingga harga tiket turun sekitar 13-14 persen dalam dua minggu menjelang Idul Fitri.

Sementara itu, tarif tol di beberapa ruas utama juga dipotong lebih dari 20 persen, yang diharapkan mampu meringankan beban biaya perjalanan darat.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan bahwa penawaran diskon ini berlaku untuk pembelian tiket antara 1 Maret hingga 7 April 2025, dengan periode perjalanan yang ditetapkan dari 24 Maret hingga 7 April 2025.

”Kebijakan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah agar masyarakat bisa mudik dengan biaya yang lebih terjangkau," ujarnya.

Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (Menko AHY), menambahkan bahwa kebijakan ini juga dirancang untuk mengurangi kepadatan lalu lintas.

Ia menegaskan, dengan adanya tarif yang lebih rendah, masyarakat akan lebih terdorong untuk menggunakan transportasi udara sehingga dapat mengurangi beban kemacetan di jalur darat.

Kebijakan ini telah mendapatkan sambutan positif dari berbagai pihak, termasuk akademisi dan pelaku industri transportasi.

Nailul Huda, pengamat ekonomi dari Center of Economic and Law Studies (Celios), mengemukakan bahwa insentif ini berpotensi meningkatkan konsumsi domestik.

Ia menjelaskan, penghematan biaya perjalanan memungkinkan masyarakat untuk membelanjakan lebih banyak uang di kampung halaman, yang pada gilirannya dapat mempercepat perputaran ekonomi lokal.

Lebih lanjut, Nailul Huda juga menyoroti bahwa peningkatan penggunaan transportasi umum dapat secara signifikan mengurangi kemacetan di jalan tol dan pelabuhan.

Pemerintah memastikan bahwa kebijakan ini akan terus dipantau guna menjamin efektivitasnya dalam mendukung arus mudik dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Diharapkan, dengan dukungan kebijakan ini, perjalanan mudik Lebaran 2025 akan berlangsung lebih lancar, aman, dan memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia. (*)

Editor : Gunawan.
#diskon tol #tiket pesawat #mudik lebaran #ekonomi