JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Gelombang unjuk rasa yang digelar oleh mahasiswa di berbagai wilayah kini perlu mendapatkan perhatian.
Mantan Komandan Relawan Tim Nasional Pemenangan Prabowo-Gibran Pilpres 2024, Haris Rusly Moti, menilai bahwa aksi tersebut dapat dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk menggalang dukungan politik dengan tujuan mengganggu stabilitas nasional.
Haris menyampaikan, beberapa kebijakan nasionalistik yang dijalankan oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto—seperti partisipasi Indonesia dalam BRICS, pembentukan Danantara, dan pendirian Bank Emas—telah menciptakan fondasi kuat dalam memperkuat kedaulatan ekonomi.
Tak hanya itu, kebijakan pengelolaan devisa hasil ekspor (DHE) yang diwajibkan untuk tetap berada di dalam negeri juga dikhawatirkan dapat merugikan pihak-pihak yang selama ini memperoleh keuntungan dari sistem sebelumnya.
”Pemerintahan Prabowo telah merancang kebijakan strategis yang kokoh untuk memperkuat ekonomi dan kedaulatan bangsa. Namun, saya khawatir ada pihak luar yang berusaha menciptakan perpecahan melalui provokasi di media sosial," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno, mengimbau agar seluruh lapisan masyarakat tetap menjaga optimisme terhadap masa depan Indonesia.
Menurutnya, sikap pesimis justru bisa memicu perpecahan, sementara pemerintah senantiasa membuka ruang bagi aspirasi rakyat.
”Energi pesimisme hanya akan membawa kita ke jalan buntu. Saya memilih untuk optimis, karena saya yakin Indonesia memiliki potensi besar untuk terus maju," jelas Eddy.
Ia menambahkan bahwa Presiden Prabowo terus menerapkan kebijakan yang berpihak kepada rakyat, seperti pembebasan utang UMKM dan dukungan bagi para pedagang kecil.
”Pak Prabowo selalu mendengarkan kritik dan aspirasi masyarakat, tanpa melakukan tindakan represif terhadap demonstrasi," tambahnya.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Budisatrio Djiwandono, menekankan bahwa hak untuk berdemo merupakan bagian dari kebebasan demokrasi yang diatur oleh undang-undang.
Ia mengimbau para mahasiswa agar selalu objektif dan memastikan bahwa unjuk rasa yang mereka lakukan benar-benar mewakili kepentingan seluruh rakyat.
”Dalam beberapa hari terakhir, kita melihat banyak mahasiswa turun ke jalan. Ini adalah hak demokrasi yang sah, namun saya berharap mereka dapat menyuarakan kepentingan seluruh lapisan masyarakat," pungkasnya.
Di tengah dinamika politik yang semakin kompleks, masyarakat diharapkan untuk lebih kritis dalam menilai setiap aksi unjuk rasa.
Kewaspadaan diperlukan agar narasi yang berpotensi menimbulkan ketidakstabilan tidak mudah diterima, mengingat adanya kemungkinan pemanfaatan isu ini oleh berbagai pihak untuk keuntungan politik semata. (*)
Editor : Gunawan.