Kebun Sawit dan Karet Dilalap Api, Warga Kotim Didata untuk Terima Bantuan Karhutla

Yuni Pratiwi Iskandar • Dipublikasikan Minggu, 25 Oktober 2026 | 20:40 WIB
KARHUTLA: Bupati Kotim Halikinnor bersama Wakil Bupati Irawati dan jajaran terkait meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan di Desa Bagendang Hilir, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Sabtu (24/10/2026). FOTO: KOMINFO KOTIM/RADAR SAMPIT)
KARHUTLA: Bupati Kotim Halikinnor bersama Wakil Bupati Irawati dan jajaran terkait meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan di Desa Bagendang Hilir, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Sabtu (24/10/2026). FOTO: KOMINFO KOTIM/RADAR SAMPIT)

 

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Dahlia, Desa Bagendang Hilir, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), menghanguskan kebun karet dan sejumlah kebun sawit milik warga.

Pemerintah kabupaten menyiapkan pendataan untuk menentukan bantuan bagi masyarakat terdampak.

Bupati Kotim Halikinnor mengatakan, pendataan dilakukan untuk mengetahui warga yang kehilangan sumber penghasilan akibat kebakaran.

Baca Juga: Sudah Dilarang Melintas, Truk Angkutan Berat Masih Nekat Masuk Kota Sampit

Pemkab juga menyiapkan bantuan pangan berupa beras bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Pendataan terhadap warga terdampak akan dilakukan sebagai dasar penyaluran bantuan. Pemerintah daerah juga menyiapkan langkah untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan warga, termasuk melalui bantuan beras,” ujarnya.

Halikinnor bersama Wakil Bupati Kotim Irawati dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) meninjau lokasi kebakaran, Sabtu (24/10/2026).

Baca Juga: Api Melahap Satu Rumah di Komplek BTN Ramin II, RT 08 Desa Kujan, Lamandau

Peninjauan tersebut untuk melihat kondisi lapangan sekaligus memastikan upaya pemadaman oleh tim gabungan terus berjalan.

Halikinnor mengungkapkan, keterbatasan pasokan air menjadi kendala utama dalam pemadaman. Kondisi tersebut diperberat angin kencang dan karakteristik lahan gambut yang membuat api sulit dikendalikan serta berpotensi kembali menyala.

“Kendala utama yang kita hadapi saat ini adalah suplai air. Petugas sudah berupaya maksimal melakukan pemadaman, tetapi ketersediaan air di lokasi menjadi tantangan tersendiri,” jelasnya.

Baca Juga: Terkendala Keterbatasan Anggaran, Budidaya Ikan Kotim Sulit Berkembang

Tim gabungan terus berupaya mengendalikan api agar tidak meluas.

Pemerintah daerah juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, terutama saat kondisi lahan kering dan ancaman karhutla masih tinggi. (yn/fm)

 

Editor : Farid Mahliyannor
kebun terbakar bantuan kemarau kabut asap karhutla