Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Melihat dari Dekat Penanganan Karhutla di Taman Nasional Tanjung Putting

Syamsudin Danuri
Penulis: Syamsudin Danuri❯
Bupati Kobar bersama Kepala Pelaksana BPBD Kobar berdialog bersama relawan di Pesalat, bagian dari kawasan TNTP, Kamis (22/10) malam. Nampak suasana Kabut pekat di Tanjung Harapan di pagi Jumat (23/10).(syamsudin/radarsampit)
Bupati Kobar bersama Kepala Pelaksana BPBD Kobar berdialog bersama relawan di Pesalat, bagian dari kawasan TNTP, Kamis (22/10) malam. Nampak suasana Kabut pekat di Tanjung Harapan di pagi Jumat (23/10).(syamsudin/radarsampit)

Advertisement

Bermalam di Lokasi, Jaga Pasokan Logistik Pemadaman Api

TNTP bukan sekadar hamparan hutan di Kalimantan, melainkan benteng kehidupan dan simbol kekayaan hayati Indonesia. Menjaganya adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas mereka yang berada di garis depan melawan api

 ------------------------------------------------------

Advertisement

Malam belum sepenuhnya tenang di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP). Setelah hampir seharian menyusuri hutan bersama para relawan, Bupati Kotawaringin Barat (Kobar), Nurhidayah, kembali ke dermaga untuk beristirahat sejenak di atas perahu. Waktu tersebut dimanfaatkan untuk menunaikan salat dan mengisi tenaga setelah menempuh perjalanan panjang di tengah medan gambut dan kepungan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Seusai salat Magrib dan Isya, Nurhidayah kembali bergerak menyambangi Camp Pesalat untuk memastikan para relawan yang berjibaku menjaga kawasan konservasi tersebut mendapatkan dukungan yang memadai.

Di Camp Pesalat, sejumlah relawan terlihat beristirahat setelah menjalankan tugas di lapangan. Menariknya, perjuangan menjaga TNTP tidak hanya dilakukan kaum adam. Para perempuan juga mengambil peran penting, terutama membantu mengurus logistik dan menyiapkan konsumsi bagi personel yang bertugas.

Advertisement

Dalam suasana sederhana di tengah hutan, Nurhidayah berdialog langsung dengan para relawan, mendengarkan berbagai masukan sekaligus keluhan yang mereka hadapi. Percakapan itu membuka gambaran bahwa perjuangan memadamkan api tidak hanya membutuhkan tenaga di lapangan, tetapi juga dukungan logistik, makanan, kesehatan, dan sarana komunikasi yang memadai.

Para relawan menyampaikan, kebutuhan logistik selama ini sebagian dipenuhi melalui donasi, sementara sebagian lainnya diperoleh dari posko karhutla. Mereka juga berharap variasi menu makanan dapat ditingkatkan dengan menyediakan ikan segar, tidak hanya mengandalkan ikan asin dan mi instan.

Namun, keterbatasan stok dan pendanaan menjadi kendala tersendiri. Selain kebutuhan konsumsi, relawan mengungkapkan perlunya perangkat komunikasi handy talkie (HT) untuk memudahkan koordinasi antarpersonel di lokasi. Menanggapi masukan tersebut, Nurhidayah turut mengoordinasikan kebutuhan komunikasi dengan pengurus Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI), termasuk upaya pemasangan repeater agar jangkauan komunikasi di kawasan tersebut lebih baik.

“Kita di Pesalat melakukan komunikasi dan menawarkan kepada relawan yang mau memeriksakan kesehatan,” jelasnya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Titik Asap Muncul di Jalan Jaksa Agung Sampit, Damkar dan Relawan Langsung Dikerahkan

Titik Asap Muncul di Jalan Jaksa Agung Sampit, Damkar dan Relawan Langsung Dikerahkan

Halikinnor mengerahkan petugas pemadam kebakaran dan relawan saat mendapati titik asap di kawasan Jalan Jaksa Agung, Sampit, Kamis (29/10)

Melihat Dari Dekat Penanganan Kebakaran di TNTP, Dua Pekan Berjibaku, Tak Menyerah Melawan Api

Melihat Dari Dekat Penanganan Kebakaran di TNTP, Dua Pekan Berjibaku, Tak Menyerah Melawan Api

Melihat Dari Dekat Penanganan Kebakaran di TNTP, Dua Pekan Berjibaku, Para Personel TNI/Polri dan Para Relawan Tak Menyerah Melawan Api

Kumpulkan Donasi Palsu Atasnamakan Relawan Damkar, Seorang Pemuda Diringkus

Kumpulkan Donasi Palsu Atasnamakan Relawan Damkar, Seorang Pemuda Diringkus

karhutla diduga dijadikan ladang mencari uang untuk kepentingan pribadi oleh seorang pemuda inisial AS (24) dengan membuka donasi palsu

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer