Terkendala Keterbatasan Anggaran, Budidaya Ikan Kotim Sulit Berkembang


SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Pengembangan sektor perikanan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih terkendala keterbatasan anggaran.
Dari total anggaran Dinas Perikanan sekitar Rp5,7 miliar pada 2027, hanya Rp1,6 miliar yang dapat digunakan untuk membiayai program dan kegiatan.
Kepala Dinas Perikanan Kotim Marjuki mengatakan, sebagian besar anggaran terserap untuk gaji dan tunjangan pegawai.
Akibatnya, pengembangan budidaya ikan air tawar, seperti nila, patin, dan gurami, belum bisa dilakukan secara maksimal.
“Untuk budidaya, kita sebenarnya sangat ingin ada produksi nila, patin, bahkan gurami di daerah kita. Tapi, kondisi sekarang anggaran lagi ngepres,” ujarnya.
Keterbatasan anggaran juga memengaruhi optimalisasi fasilitas produksi pakan ikan yang berpotensi membantu menekan biaya pakan bagi pembudidaya lokal.
Fasilitas tersebut diperkirakan mampu memproduksi 200–300 kilogram pakan per jam.
Dinas Perikanan bahkan menargetkan produksi hingga 200 ton per tahun, tetapi target itu belum dapat dicapai secara optimal.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




