Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Hujan Diprediksi Turun di Kotim, Bisakah Redam Ancaman Karhutla?

Usay Nor Rahmad • Minggu, 28 Juni 2026 | 12:47 WIB
Suasana hujan di salah satu sudut Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur. (Dok. Usay Nor Rahmad/Radar Sampit)
Suasana hujan di salah satu sudut Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur. (Dok. Usay Nor Rahmad/Radar Sampit)

 SAMPIT, radarsampit.jawapos.com  – Setelah beberapa hari terakhir dilanda kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah titik, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diperkirakan berpeluang diguyur hujan dalam tiga hari ke depan. Namun, apakah hujan tersebut mampu meredam ancaman karhutla?

Berdasarkan peringatan dini cuaca yang dikeluarkan Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya, Kotim menjadi salah satu wilayah di Kalimantan Tengah yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada 28 hingga 30 Juni 2026.

Hujan tersebut berpotensi disertai petir atau kilat serta angin kencang. 

BMKG menjelaskan, potensi hujan dipicu oleh adanya daerah belokan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang terpantau di wilayah Kalimantan Tengah.

Kondisi tersebut didukung kelembapan udara yang cukup tinggi serta labilitas atmosfer lokal yang meningkatkan pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah. 

Meski demikian, hujan yang diperkirakan turun belum tentu mampu mengakhiri ancaman karhutla. BMKG mengingatkan bahwa hujan yang terjadi berpotensi bersifat lokal dan berdurasi singkat, sehingga belum tentu membasahi seluruh wilayah yang mengalami kekeringan.

Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah kebakaran lahan terjadi di Kotim, di antaranya di kawasan Gang Amin Klaru, Lingkar Kota Selatan, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, serta Jalan Bumi Raya, Kecamatan Baamang. Di saat bersamaan, titik panas juga mulai bermunculan seiring minimnya curah hujan dan kondisi lahan gambut yang mengering.

Karena itu, hujan yang diprediksi turun lebih tepat dipandang sebagai peluang membantu meningkatkan kelembapan lahan, bukan sebagai jaminan bahwa ancaman karhutla akan langsung berakhir.

Upaya pencegahan, termasuk larangan membuka lahan dengan cara membakar, tetap menjadi langkah utama untuk menekan risiko kebakaran.

Selain potensi hujan, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan cuaca ekstrem berupa petir, angin kencang, hingga puting beliung. BMKG juga mengingatkan potensi dampak lanjutan seperti genangan air, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. 

Masyarakat diimbau terus memantau informasi cuaca terkini dan tetap berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, terutama ketika awan hujan mulai terbentuk.

Sementara itu, seluruh pihak diharapkan tetap siaga terhadap ancaman karhutla mengingat musim kemarau masih berlangsung dan kondisi cuaca dapat berubah dengan cepat. (oes/sla)

Editor : Slamet Harmoko
#sampit #kotim #karhutla #hujan