NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten Lamandau menetapkan alokasi pupuk bersubsidi sektor pertanian tahun anggaran 2026 sebanyak 276 ton. Dari delapan kecamatan di wilayah tersebut, tiga kecamatan tidak memperoleh alokasi pupuk bersubsidi karena tidak mengajukan usulan kebutuhan.
Berdasarkan keputusan pemerintah daerah, total alokasi pupuk bersubsidi terdiri atas 55 ton pupuk Urea, 166 ton pupuk NPK, dan 55 ton pupuk organik. Pupuk tersebut akan didistribusikan ke sejumlah kecamatan sesuai usulan yang telah diajukan.
Pemerintah Kabupaten Lamandau juga menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi tahun 2026, yakni pupuk Urea Rp1.800 per kilogram, pupuk NPK Rp1.840 per kilogram, pupuk NPK khusus kakao Rp3.640 per kilogram, dan pupuk organik Rp640 per kilogram. Penetapan HET bertujuan menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan pupuk bersubsidi tetap terjangkau bagi petani.
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Lamandau, Tiryan Kuderon, mengatakan tiga kecamatan yang tidak memperoleh alokasi pupuk bersubsidi ialah Bulik Timur, Lamandau, dan Batang Kawa.
"Kenapa tiga daerah alokasinya nol, karena memang tidak mengusulkan pupuk bersubsidi. Mereka lebih fokus pada tanaman perkebunan, sedangkan padinya merupakan padi ladang tanpa pupuk kimia, sehingga tidak masuk dalam pengusulan pupuk bersubsidi," ujar Tiryan.
Ia menjelaskan, pupuk bersubsidi hanya diperuntukkan bagi komoditas tertentu sesuai ketentuan pemerintah, yaitu tanaman pangan seperti padi, kedelai, dan jagung; tanaman hortikultura seperti cabai, bawang merah, dan bawang putih; serta tanaman perkebunan seperti kopi, tebu, dan kakao. Selain itu, komoditas ketela pohon kini juga mulai memperoleh tambahan alokasi khusus untuk wilayah Lampung.
Sementara itu, Bupati Lamandau menilai sistem budidaya padi ladang di daerahnya memiliki keunggulan karena ditanam secara alami tanpa ketergantungan pada pupuk kimia. Menurutnya, kondisi tersebut menghasilkan beras organik yang memiliki nilai jual lebih tinggi.
"Padi ladang di Lamandau ini punya keunggulan karena ditanam secara organik tanpa pupuk kimia. Ini memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Namun saya tetap mengimbau agar pupuk bersubsidi yang ada benar-benar tepat sasaran dan bisa membantu petani meningkatkan produktivitas pertanian," tegas Bupati. (mex/yit)
Editor : Heru Prayitno