SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Upaya menekan angka anak putus sekolah di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menjadi perhatian serius.
Bunda PAUD Kotim Khairiah Halikinnor meminta satuan pendidikan tidak hanya fokus pada proses belajar mengajar, tetapi juga aktif meamstikan seluruh anak tetap berada di bangku sekolah.
Ia menekankan, peran kepala sekolah dan tenaga pendidik sangat strategis dalam mendeteksi potensi putus sekolah sejak dini, sekaligus mengajak kembali anak-anak yang sempat berhenti agar melanjutkan pendidikan.
Baca Juga: DPRD Kotim Ultimatum Pungutan Sekolah
“Sekolah jangan hanya menunggu, tapi harus proaktif. Pastikan anak-anak tetap belajar dan yang sempat putus sekolah bisa kembali,” ujarnya.
Menurut Khairiah, pendidikan merupakan hak dasar yang harus diterima setiap anak tanpa terkecuali. Karena itu, ia mengingatkan agar tidak ada diskriminasi dalam pelayanan pendidkian, termasuk bagi anak dengan latar belakang sosial maupun kemampuan yang berbeda.
Baca Juga: RSUD dr Murjani Sampit Usung Kepemimpinan Humanis
“Tidak boleh ada anak di Kotim yang kehilangan kesempatan mendapatkan pendidikan. Semua harus terlayani dengan baik,” tegasnya.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya membangun pola pikir yang maju dalam dunia pendidikan. Ia menilai, kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh program, tetapi juga oleh komitmen dan mental para pelaku pendidikan itu sendiri.
Baca Juga: Tersangka Pelecehan Santri Diduga Lepas Status WNI, Polri Kesulitan Kejar Syekh Ahmad di Mesir
Momentum Hari Pendidikan Nasional, lanjutnya, harus dimanfaatkan sebagai pengingat untuk terus memperbaiki kualitas layanan pendidikqn, sekaligus mendorong sistem yang lebih inklusif dan merata.
“Ini jadi pengingat bagi kita semua untuk terus bergerak memperbaiki pendidikan, agar semakin inklusif dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh anak,” tandasnya. (yn/fm)
Editor : Farid Mahliyannor