Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Heboh Beruang Berkeliaran Dekat Rumah Warga di Kotim, Pria Bawa Parang Nekat Mendekat

Usay Nor Rahmad • Rabu, 13 Mei 2026 | 13:16 WIB
Tangkapan layar video rekaman warga beruang muncul di Desa Bukit Raya, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur. (Warga/Radar Sampit) 
Tangkapan layar video rekaman warga beruang muncul di Desa Bukit Raya, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur. (Warga/Radar Sampit) 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Warga Desa Bukit Raya, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), dibuat geger dengan kemunculan seekor beruang di dekat permukiman. Peristiwa itu viral setelah videonya ramai beredar di media sosial.

Dalam video berdurasi 21 detik tersebut, seekor beruang terlihat berada di antara pepohonan dan semak-semak tak jauh dari area aktivitas warga. Situasi menjadi menegangkan saat seorang pria berkaos merah terlihat nekat mendekati satwa liar itu sambil membawa parang.

Saat pria tersebut semakin mendekat, beruang langsung bergerak menjauh dan menghilang dari rekaman video. Unggahan itu juga menyebutkan lokasi kemunculan beruang berada di dekat rumah makan buah kelapa di Desa Bukit Raya, Kecamatan Cempaga.

“Apa itu, kiriman warga muncul dekat rumah makan buah kelapa di Desa Bukit Raya Kecamatan Cempaga Kabupaten Kotawaringin Timur,” demikian narasi dalam unggahan video yang viral tersebut.

Kepala BKSDA Resort Sampit Muriansyah, mengatakan pihaknya masih melakukan penelusuran terkait video viral itu untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan.

“Kalau dari keterangan yang kami dapat di video, saat didekati warga beruang langsung lari. Lokasinya disebut berada di wilayah Desa Bukit Raya, Kecamatan Cempaga. Informasi dari video dan narasi itu akan kami telusuri lagi,” ujarnya, Rabu (13/5/2026).

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mencoba mendekati satwa liar seperti beruang karena sangat berbahaya dan berpotensi memicu serangan.
Menurutnya, beruang umumnya akan menghindari manusia selama masih memiliki ruang untuk melarikan diri. Namun jika merasa terancam atau terdesak, hewan tersebut bisa berubah agresif.

“Kalau beruang merasa terancam dan terdesak, beruang bisa menyerang. Tapi selama masih bisa menghindar, biasanya mereka akan menjauh dari manusia,” katanya.

Muriansyah menduga kemunculan beruang di sekitar permukiman terjadi karena satwa tersebut sedang mencari makanan. Kondisi itu juga menunjukkan adanya perubahan perilaku alami akibat terganggunya habitat.

Ia menjelaskan, beruang pada dasarnya merupakan hewan nokturnal yang lebih aktif pada malam hari. Sedangkan pada siang hari biasanya lebih banyak berada di sarang.

“Sekarang potensi konflik makin tinggi karena perilaku alaminya berubah. Sementara masyarakat seperti penyadap karet dan pencari rotan juga banyak beraktivitas pada siang hari,” tandasnya. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#beruang #beruang madu #sampit #kotim