Anak-anak TK Aisyiyah 1 Sampit Belajar Carbon Farming Lewat Menanam Bunga
Heru Prayitno• Jumat, 8 Mei 2026 | 17:15 WIB
TK Aisyiyah 1 Sampit mengajak anak anak mengenal lingkungan lebih dekat melalui kegiatan menanam menggunakan media tanam carbon farming atau pertanian karbon, Jumat (8/5/2026).
SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - TK Aisyiyah 1 Sampit mengajak anak anak mengenal lingkungan lebih dekat melalui kegiatan menanam menggunakan media tanam carbon farming atau pertanian karbon, Jumat (8/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di sekolah itu menghadirkan instruktur Dr Joni SH MH. Anak-anak diperkenalkan proses bercocok tanam mulai dari menyemai benih hingga menanam bunga menggunakan polybag dan pot.
Dalam kegiatan tersebut, anak anak terlihat antusias menyiapkan media tanam ke dalam polybag dan pot sebelum menanam bunga. Selain belajar menanam, anak-anak juga dikenalkan pentingnya menjaga lingkungan sejak usia dini.
Joni menjelaskan, media tanam dalam carbon farming difokuskan pada peningkatan penyerapan karbon organik ke dalam tanah sekaligus memperbaiki struktur dan kesuburan tanah.
“Media ini dirancang untuk memaksimalkan proses fotosintesis dan menyimpan karbon dalam jangka panjang,” ujarnya.
Ia menerangkan, salah satu komponen utama dalam media tanam carbon farming adalah biochar atau arang hayati.
Bahan tersebut dinilai efektif untuk mengunci karbon di dalam tanah dalam waktu lama, sekaligus membantu memperbaiki drainase dan tingkat keasaman tanah.
Selain biochar, media tanam juga menggunakan kompos organik dan humus yang berasal dari pupuk kandang maupun sisa tanaman.
Kandungan bahan organik yang tinggi dinilai mampu menambah nutrisi sekaligus meningkatkan kadar karbon dalam tanah.
Tak hanya itu, penggunaan mulsa organik juga menjadi bagian penting dalam pertanian karbon. Mulsa digunakan untuk melindungi permukaan tanah dan membantu meningkatkan kandungan karbon organik.
Kepala TK Aisyiyah 1 Sampit, Misda Masitah SPd menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dr Joni atas edukasi lingkungan yang diberikan kepada anak-anak.
Menurutnya, pengenalan lingkungan dan praktik menanam sejak usia dini memiliki manfaat besar bagi perkembangan anak, terutama dalam menumbuhkan kepedulian terhadap alam dan lingkungan sekitar. (yit)