SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Panen kangkung seberat 60 kilogram di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit tidak sekadar menjadi aktivitas rutin warga binaan, tetapi juga memberi dampak nyata terhadap efisiensi kebutuhan pangan.
Hasil panen dari lahan pertanian yang dikelola warga binaan itu dimanfaatkan langsung untuk konsumsi harian, sehingga membantu mengurangi ketergantugan pasokan dari luar.
Di tengah tantangan pengelolaan kebutuhan dasar di lingkungan pemasyarakatan, langkah ini menjadi salah satu solusi praktis yang terus dikembangkan.
Baca Juga: Legislatif Sampaikan 37 Rekomendasi Terkait LKPj Bupati Kotim TA 2025
Kepala Lapas Kelas IIB Sampit Muhammad Yani menilai, kegiatan pertanian tersebut bukan hanya soal hasil panen, tetapi juga proses pembentukan keterampilan yang bisa digunakan warga binaan setelah bebas nanti.
“Yang terpenting bukan hanya hasil panen 60 kilogramnya, tetapi kemampuan yang mereka pelajari. Mulai dari menanam sampai panen, itu bisa jadi bekal ketika kembali ke masyarakat,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Program ini juga menunjukkan bahwa pembinaan berbasis kemandirian dapat berjalabn selaras dengan kebutuhan internal lapas. Selain menekan biaya, kegiatan produktif seperti ini dinilai mampu mengisi waktu warga binaan dengan aktivitas yang lebih bermanfaat.
Baca Juga: Pererat Kekompakan, Disdik Palangka Raya Gelar Jalan Sehat
Sejumlah warga binaan yang terlibat mengaku mulai memahami teknik dasar bercocok tanam, termasuk pola perawatan tanaman agar hasilnya optimal.
“Keterampilan sederhana ini dinilai relevan, terutama bagi mereka yang nantinya kembali ke lingkungan dengan potensi sektor pertanian,” imbuhnya.
Ke depan, pihak lapas berencana memperluas pemanfaatan lahan yang tersedia untuk komoditas lain, sehingga tidak hanya berfokus pada satu jenis tanaman.
Baca Juga: Cabai Rawit di Pangkalan Bun Bertahan di Harga Rp100 Ribu Per Kilogram
“Upaya ini diharapkan kan bisa memperkuat ketahanan pangan internal sekaligus memperluas pilihan keterampilan bagi warga binaan,” harap Yani. (yn/fm)
Editor : Farid Mahliyannor