Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Warga Sampit Kesulitan Dapat BBM di SPBU

Yuni Pratiwi Iskandar • Senin, 27 April 2026 | 20:51 WIB
BBM LANGKA: Pengendara bermotor antre untuk mengisi BBM di salah satu SPBU di Kota Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim), Senin (27/4/2026). APRILIA/RADAR SAMPIT
BBM LANGKA: Pengendara bermotor antre untuk mengisi BBM di salah satu SPBU di Kota Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim), Senin (27/4/2026). APRILIA/RADAR SAMPIT

 

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Warga Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim) mengeluhkan sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), Senin (27/4/2026).

Sejak pagi hari, beberapa SPBU dilaporkan kehabisan stok, sehingga masyarakat harus berkeliling untuk mencari BBM.

Aprilia, warga Kecamatan Baamang yang bekerja di Kecamatan MB Ketapang mengaku kesulitan mendapatkan BBM sejak pagi. Ia sudah mencoba mendatangi beberapa SPBU mulai dari Baamang hingga Ketapang, semuanya kosong.

Baca Juga: Data Sengketa Lahan Belum Lengkap, Pemkab Kotim Fokus Mediasi Konflik

“Dari pagi susah dapat BBM, ke mana-mana kosong. Kata pegawai SPBU, BBM masih dalam perjalanan,” ujar Aprilia.

Menurut Lia sapaan wanita berkerudung merah ini. Setelah berkeliling Kota Sampit, ia akhirnya menemukan SPBU di wilayah perkotaan yang memiliki stok BBM, namun antrean sudah mengular panjang.

Bahkan, seluruh jenis BBM, mulai Pertalite maupun Pertamax, sama-sama dipadati antrean kendaraan.

Baca Juga: Kotim Target Juara Provinsi FLS3N–O2SN Tingkat SMA/SMK/MA Sederajat 2026

Ia mengaku sempat ragu untuk ikut mengantre, khawatir stok BBM di wilayah tempat tinggalnya di Baamang juga akan habis. Namun, demi memastikan kendaraannya tetap bisa digunakan, ia memilih tetap mengantre.

“Mau tidak ikut antre, takutnya di Baamang juga habis. Ya sudah ikut antre saja, walaupun lama yang penting dapat BBM,” ujarnya dengan wajah cemberut.

Ia baru berhasil mendapatkan BBM pada sore hari sepulang kerja. Kondisi tersebut cukup menyulitkan, terlebih indikator bahan bakar sepeda motornya sudah menunjukkan hampir habis.

Baca Juga: DPRD Kotim Soroti Kinerja Pemda, Bupati Janji Jadikan Catatan LKPj sebagai Evaluasi 2026

“Bensin di motor sudah kedip-kedip, tapi cari di mana-mana kosong,” tambah Perempuan yang bekerja di perusahaan media terbesar di Kalimantan Tengah ini.

Keluhan serupa disampaikan Uun. Ia sempat melihat antrean kendaraan di SPBU arah keluar kota dan berniat mengisi BBM di lokasi tersebut. Namun saat tiba, akses masuk ke area SPBU dipasangi pagar pembatas. 

“Pas kebetulan arah kesana, saya lihat ada antrean di SPBU mau isi di situ. Ternyata area masuk dipagar, seperti dibatasi. Hanya beberapa kendaraan roda dua dan roda empat yang bisa antre di dalam,” katanya.

Baca Juga: Layanan Kesehatan Berbasis Data, Dua Desa di Kotim jadi Contoh

Hingga saat ini, Uun mengaku belum berhasil mendapatkan BBM. Ia awalnya berniat mengisi penuh tangki setelah mendengar informasi kelangkaan dari teman-temannya, namun stok di lapagan ternyata kosong.

“Bensin di tangki kendaraan saya masih ada setengah, niatnya mau saya isi full. Ternyata 2 SPBU yang saya datangi kosong semua,” terangnya. 

Sementara itu, warga lainnya, Rury memilih membeli bensin eceran demi tetap bisa menjalankan aktivitasnya. Ia mengaku harus merogoh kocek lebih dalam untuk mendapatkan BBM.

Baca Juga: Truk Over Tonase dan Pencuri Diduga Jadi Biang Kerok Kerusakan Jembatan Patah Kapten Mulyono

“Saya beli bensin eceran dua liter Pertamax seharga Rp32 ribu. Kalau di SPBU, uang segitu biasanya sudah bisa full. Tapi mau bagaimana, daripada mogok di i tengah jalan, terpaksa beli eceran,” ungkap perempuan berbadan kurus ini.

Kondisi ini menyebabkan antrean panjang di SPBU yang masih memiliki stok, serta membuat sebagian warga memilih membeli BBM eceran dengan harga lebih tinggi.

“Kami berharap distribusi BBM segera kembali normal agar aktivitas sehari-hari tidak terganggu,” harap Rury. (yn/fm) 

Editor : Farid Mahliyannor
#antre #langka #bbm #spbu #bahan bakar