Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Waspada Rob! BMKG Prediksi Banjir Pesisir Terjang Sejumlah Wilayah 15–28 April 2026

Usay Nor Rahmad • Rabu, 15 April 2026 | 14:47 WIB
Banjir akibat pasang air laut berdampak terhadap genangan air di wilayah perkotaan Sampit, beberapa waktu lalu. (Dok.Oes/ Radar Sampit)
Banjir akibat pasang air laut berdampak terhadap genangan air di wilayah perkotaan Sampit, beberapa waktu lalu. (Dok.Oes/ Radar Sampit)

Radarsampit.jawapos.com  – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi banjir pesisir atau rob yang diperkirakan terjadi di berbagai wilayah Indonesia pada periode 15 hingga 28 April 2026.

Fenomena ini dipicu oleh fase bulan baru yang terjadi pada 17 April 2026 serta perigee atau kondisi saat jarak bulan berada paling dekat dengan bumi pada 19 April 2026. Kombinasi dua fenomena tersebut berpotensi meningkatkan ketinggian muka air laut maksimum.

Berdasarkan hasil pemantauan water level dan prediksi pasang surut, sejumlah wilayah pesisir yang berpotensi terdampak tersebar di berbagai daerah. Di antaranya pesisir Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Lampung, Banten, hingga DKI Jakarta.

Selain itu, potensi serupa juga diprakirakan terjadi di pesisir Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara hingga Maluku juga masuk dalam daftar daerah rawan rob pada periode tersebut.

Untuk wilayah Kalimantan Tengah, potensi banjir pesisir diprediksi terjadi pada 21 hingga 28 April 2026, meliputi kawasan pesisir Kumai, Pantai Lunci, Kuala Jelai, Kuala Pembuang, Sampit, hingga Kapuas.

BMKG menjelaskan, banjir rob ini secara umum dapat berdampak pada aktivitas masyarakat di kawasan pesisir. Terutama aktivitas di pelabuhan seperti bongkar muat barang, kegiatan permukiman warga, hingga sektor tambak garam dan perikanan darat.

“Dampak rob dapat mengganggu aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di wilayah pesisir, sehingga perlu diantisipasi sejak dini,” tulis BMKG dalam keterangannya.

Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di wilayah pesisir diimbau untuk tetap waspada dan siaga. Selain itu, warga diminta terus memantau perkembangan informasi cuaca dan peringatan dini dari BMKG guna meminimalkan risiko yang ditimbulkan.

BMKG juga mengingatkan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait untuk melakukan langkah antisipasi, termasuk kesiapan infrastruktur dan mitigasi di kawasan rawan terdampak rob.(oes)

Editor : Slamet Harmoko
#sampah #kotim #banjir rob #kalteng