Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Pilah Sampah Rumah Tangga Selama Bulan Ramadan

Yuni Pratiwi Iskandar • Kamis, 19 Februari 2026 | 01:34 WIB
DEPO SAMPAH: Aktivitas petugas kebersihan di Depo Sampah Sehati 04, Kecamatan Baamang, Sampit, Senin (16/2/2026). FOTO: YUNI/RADAR SAMPIT
DEPO SAMPAH: Aktivitas petugas kebersihan di Depo Sampah Sehati 04, Kecamatan Baamang, Sampit, Senin (16/2/2026). FOTO: YUNI/RADAR SAMPIT

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengingatkan masyarakat mulai memilah sampah dari sumbernya, terutama selama bulan Ramadan.

Peningkatan aktivitas rumah tangga pada periode tersebut berpotensi menyebabkan lonjakan volume sampah jika tidak diimbangi kesadaran pengelolaan yang baik.

Kepala DLH Kotim Marjuki mengatakan, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh masyarakat sebagai penghasil sampah.

“Gerakan pilah sampah sudah sering kami sosialisasikan, terutama melalui media sosial. Kami berharap media juga membantu mengedukasi masyarakat, karena sampah tidak akan pernah selesai jika hanya ditangani pemerintah. Setiap orang adalah penghasil sampah, sehingga penyelesaiannya harus dimulai dari masing-masing sumber,” ujarnya.

Ia menegaskan, momentum Ramadan dan Idulfitri seharusnya menjadi pendorong bagi masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan. Dengan memilah sampah sejak dari rumah, jumlah sampah yang masuk ke depo dan tempat pembuangan akhir (TPA) dapat ditekan secara signifikan.

Marjuki menargetkan, ke depan hanya sekitar 30 persen sampah yang dikirim ke depo berasal langsung dari sumbernya. Sisanya, sekitar 70 persen diharapkan dapat dikelola secara mandiri oleh masyarakat, misalnya melalui pengomposan atau pemanfaatan ulang.

“Nantinya dari depo-depo, minimal 10 persen sampah dapat diolah kembali. Harapan kita, sampah yang benar-benar sampai ke TPA hanya sekitar 10 persen saja,” sebutnya.

Ia mengungkapkan, kondisi TPA saat ini terus mendapat perhatian dan pengawasan ketat. Pemerintah daerah telah melakukan pembenahan, termasuk menghentikan praktik pembuangan terbuka agar pengelolaan sampah lebih ramah lingkungan.

Meski demikian, volume sampah harian di Kotim masih tergolong tinggi, yakni mencapai sekitar 77 ton per hari atau setara 22 rit angkautan dari delapan depo sampah yang ada.

“Ini menunjukkan kita tidak boleh lengah. Karena itu, kami menargetkan depo-depo sudah bersih paling lambat pukul 12.00 setiap hari. Perbaikan terus kami lakukan secara bertahap,” katanya.

Baca Juga: Hasil dan Jadwal Leg Pertama Play Off 16 Besar Liga Champions (UCL) 2025/2026

Melalui upaya tersebut, DLH berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga persoalan sampah dapat dikendalikan. Selain menjaga kebersiahan lingkungan selama Ramadan,

“Langkah ini juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pengelolaan sampah di daerah,” harapnya. (yn/fm) 

Editor : Farid Mahliyannor
#ramadan #lingkungan #sampah #kebersihan