Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

ASN Kotim Diimbau Konsumsi Beras Bulog

Yuni Pratiwi Iskandar • Senin, 2 Februari 2026 | 21:54 WIB
ILUSTRASI: Beras Bulog/Jawa Pos
ILUSTRASI: Beras Bulog/Jawa Pos

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) mengeluarkan kebijakan strategis untuk menjaga stabilitas pangan daerah sekaligus menopang kesejahteraan petani lokal.

Melalui Surat Edaran Nomor: 500/035/SETDA.EK/1/2026, ASN dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemkab Kotim diminta membeli beras premium dan/atau beras medium lokal yang disediakan Bulog.

Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 06 Tahun 2025 tentang pengadaan dan pengelolaan gabah/beras dalam negeri serta penyaluran cadangan beras pemerintah.

Langkah ini juga sejalan dengan upaya Perum Bulog Cabang Kotim yang terus meningkatkan serapan gabah dan beras petani lokal sesuai ketetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

Bupati Kotim Halikinnor menetapkan surat edaran tersebut di Sampit pada 20 Januari 2026. Melalui edaran itu, ASN dan PPPK diarahkan untuk membeli beras Bulog baik di Kantor Cabang Bulog Kotim maupun melalui mitra pemasaran resmi.

Penjabat Sekretaris Daerah  (Pj Sekda) Kotim Umar Kaderi menegaskan bahwa kebijakan ini bukan sekadar imbauan administratif, melainkan bagian dari dukungan daerah trhadap program strategis nasional ketahanan pangan di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Beban yang diemban DPKP memang berat karena ini program strategis nasional. Daerah wajib mendukung dan memback up ketahanan pangan. Alhamdulillah, Kotim saat ini surplus beras,” ujarnya.

Menurut Umar, persoalan utama bukan pda produksi, melainkan distribusi. Melimopahnya stok beras menyebabkan penumpukan di gudang Bulog. Jika tidak segera disalurkan, kondisi tersebut berpotensi memnurunkan kualitas beras.

“Kalau stok terlalu lama menumpuk, kualitas beras bisa menurun. Karena itu Bulog meminta agar ASN di OPD, kecamatan, hingga akelurahan bisa memanfaatkan beras Bulog,” jelasnya.

Ia menambahkan, Pemkab Kotim telah berkoordinasi langsung dengan Bulog sertaBupati Kotim. Bahkan, Bupati melalui surat edaran tersebut telah menginstruksikan seluruh SOPD agar ASN menggunakan beras Bulog demi menjaga stablitas pangan daerah, khususnya komoditas beras yng tengah surplus.

Tak hanya itu, Pemkab Kotim juga memberikan rekomendasi kepada Bulog untuk pengembangan sarana penunjang pangan. Salah satunya adalah rencana bantuan gudang dan pabrik beras di wilayah Lampuyang.

“Rekomendasi dari Bupati sudah ditandatangani. Tinggal tindak lanjut. Bahkan saya menerima laporan bahwa tahun ini akan di bangun pabrik penggilingan padi dan gudang dari Bulog,” ungkap Umar.

Selama ini kata Umar, kondisi surplus beras di Kotim dinilai belum tersosialisasi secara luas. Karena itu, kebijakan ini diharapkan menjadi sarana edukasi sekaligus solusi pemanfaatan beras lokal.

“Alhamdulillah respons ASN cukup baik. Sudah banyak yang memanfaatkan instruksi tersebut. Ini bukan hanya soal konsumsi, tapi juga menjaga keberlanjutan ekonomi petani dan ketahanan pangan Kotim,” pungkasnya. (yn/fm) 

Editor : Farid Mahliyannor
#beras lokal #bulog #asn #pemkab kotim