SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Jumlah penumpang angkutan laut pada periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026) di Pelabuhan Sampit tercatat mengalami penurunan dibandingkan periode Nataru sebelumnya, meskipun jumlah kunjungan kapal justru meningkat.
Ketua Posko Angkutan Laut Nataru 2025/2026 Gusti Muchlis menjelaskan bahwa pada awalnya pihaknya menargetkan adanya kenaikan penumpang sekitar 7 persen dibandingkan tahun lalu. Namun hasil realisasi menujukkan kondisi berbeda.
“Kalau kami analisa, ada beberapa faktor yang memengaruhi penurunan ini. Pertama, periode angkutan Nataru tahun ini lebih pendek. Tahun lalu 22 hari, sementara sekarang hanya 19 hari. Kedua, faktor cuaca yang membuat sebagian calon penumpang mengurungkan niat bepergian. Ketiga, adanya peralihan moda transportasi, baik melalui udara maupun pelabuhan lain di sekitar Sampit,” ujar Gusti Muchlis.
Ia menambahkan, meskipun jumlah kunjungan kapal atau call lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya, hal itu tidak otomatis berdampak pada peningkatan jumlah penumpang.
Tahun lalu hanya tercatat tujuh call kapal, sedangkan pada periode Nataru 2025/2026 meningkat menjadi 11 call. Namun jumlah penumpang justru mengalami penurunan secara total.
“Seharusnya dengan kapal yang lebih banyak, penumpang juga bertambah. Tapi faktanya, penurunan tetap terjadi. Kemungkinan besar calon penumpang memilih jalur udara atau pelabuhan lain,” jelasnya.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas III Sampit, pada Nataru 2024/2025 jumlah penumpang naik tercatat sebanyak 2.613 orang dan penumpang turun 3.026 orang. Sementara pada Nataru 2025/2026, penumpang naik justru meningkat menjadi 2.837 orang, namun penumpang turun menurun menjadi 2.577 orang.
Dari perbandingan tersebut, terjadi kenaikan penumpang naik sebesar 8,57 persen. Namun di sisi lain, jumlah penumpang turun mengalami penurunan cukup signifikan, yakni sebesar 14,83 persen.
Secara keseluruhan, total pergerakan penumpang angkutan laut pada Nataru 2025/2026 tercatat menurun sebanyak 225 orang atau sekitar 3,99 persen dibandingkan Nataru 2024/2025.
Penurunan total penumpang ini juga dipengaruhi oleh perbedaan durasi periode angkutan. Pada Nataru 2024/2025, masa angkutan berlangsung selama 18 Desember 2024 hingga 8 Januari 2025.
Sedangkan pada Nataru 2025/2026, periode angkutan hanya berlangsung dari 18 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026, atau lebih singkat tiga hari.
Dari sisi operasional, jumlah kunjungan kapal mengalami peningkatan signifikan. Pada Nataru 2024/2025 tercatat tujuh call, terdiri dari tiga kapal Pelni dan empat kapal DLU.
Baca Juga: Sesat Pikir! Bos Warung Nasi Kuning Cemburu, Paksa Karyawati Berhubungan Badan dengan Suami
Sementara pada Nataru 2025/2026 meningkat menjadi 11 call, dengan rincian tiga kapal Pelni dan delapan kapal DLU. Kedua operator tersebut tetap menjadi layanan utama angkutan laut penumpang di Pelabuhan Sampit.
Meski terjadi penurunan penumpang, penyelenggaraan angkutan laut selama periode Nataru dinilai berjalan aman dan lancar. Kapal-kapal penumpang dengan tujuan Surabaya dan Semarang tetap beroperasi normal, meskipun pengawasan terhadap kondisi cuaca terus dilakukan.
Sementara itu, penutupan Posko Angkutan Nataru 2025/2026 secara nasional dilaksanakan pada Senin (5/1/2026) oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.
Penutupan tersebut menandai berakhirnya masa pengawasan terpadu angkutan Nataru yang telah berlangsung sejak 18 Desember 2025 dan diikuti secara daring oleh Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas III Sampit bersama sejumlah instansi, insan perhubungan dan pihak-pihak terkait lainnya.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit Hotman Siagian mengatakan bahwa penyelenggaran Posko Angkutan Laut Nataru merupakan agenda tahunan untuk memastikan kelancaran, keselamatan dan kenyamanan pelayanan transportasi laut bagi masyarakat.
“Selama 19 hari, mulai 18 Desember hingga 5 Januari, kami bersinergi melakukan pengendalian arus penumpang, pengawasan kapal, serta penerapan standar keselamatan pelayaran,” ujarnya.
Ia menambahkan, sesuai informasi dari Menteri Perhubungan, pelaksanaan Posko Nataru secara nasional berjalan dengan baik, sukses, humanis, dan lancar berkat dukungan seluruh petugas, TNI, Polri, stakeholder, dan masyarakat.
Hotman merinci, total penumpang naik angkutan laut selama Nataru 2025/2026 di Pelabuhan Sampit tercatat sebanyak 2.837 orang, sedangkan penumpang turun mencapai 2.577 orang. Dengan demikian, total pergerakan penumpang selama periode tersebut mencapai 5.414 orang, dengan jumlah kunjungan kapal sebanyak 11 call.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat, termasuk TNI, Polri, dan seluruh stakeholder, atas komitmen dan kerja sama dalam menyukseskan penyelenggaraan Posko Angkutan Nataru 2025/2026.
“Berkat sinergitas dan koordinasi yang baik, tidak ada kejadian menonjol yang mengganggu pelayanan. Masyarakat dapat menikmati perjalanan laut dengan aman dan tertib,” pungkasnya. (yn/fm)
Editor : Farid Mahliyannor