Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Ada Ratusan Pelanggar Lalu Lintas, Tak Satu Pun yang Ditilang dalam Operasi Zebra Telabang di Lamandau

Ria Mekar Anggreany • Rabu, 3 Desember 2025 | 10:09 WIB

   

Satuan Lalu Lintas Polres Lamandau menyelesaikan Operasi Zebra Telabang 2025
Satuan Lalu Lintas Polres Lamandau menyelesaikan Operasi Zebra Telabang 2025

NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com – Satuan Lalu Lintas Polres Lamandau menyelesaikan Operasi Zebra Telabang 2025 yang berlangsung selama 14 hari dengan memberikan teguran kepada 190 pelanggar lalu lintas di wilayah Kabupaten Lamandau. Menariknya, selama operasi ini pihak kepolisian tidak mengeluarkan satu pun surat tilang.

Kasatlantas Polres Lamandau, AKP Susanto, mewakili Kapolres Lamandau AKBP Joko Handono, mengatakan bahwa Operasi Zebra tahun ini lebih menitikberatkan pada upaya pencegahan dan edukasi kepada masyarakat.

“Selama operasi, kami hanya memberikan teguran kepada pengendara yang melanggar. Harapannya, masyarakat semakin sadar pentingnya keselamatan dan tertib berlalu lintas,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (2/12).

Operasi dimulai dengan kegiatan preemtif berupa pembinaan internal dan sosialisasi kepada masyarakat. Pada 18 November, dilakukan gaktiblin untuk personel Polri, disusul kegiatan menyapa umat di Pura Jagat Natha Buana Santi pada 19 November.

Tanggal 20 November, satlantas mendatangi toko knalpot non-standar dan bengkel yang diduga menampung motor untuk balap liar.

Sosialisasi berlanjut pada pekan berikutnya. Pada 22 November, dilakukan patroli gabungan antisipasi balap liar, lalu tanggal 23 November diadakan sosialisasi di Gereja GBI Victory. 

Kunjungan ke SMA 1 Bulik, SMK 1 Bulik, dan MAN Bulik dilakukan pada 24 November untuk memberikan imbauan kepada pelajar. 

Tanggal 25 November, satlantas mengunjungi perusahaan transportasi penumpang dan barang, kemudian pada 26 November menggelar kegiatan “Peduli Laka Lantas” dengan menyapa korban kecelakaan. Pada 27 November digelar dialog interaktif bersama tokoh adat TBBR, tokoh agama MUI, dan GKE terkait peningkatan ketertiban lalu lintas.

Kegiatan berikutnya berupa bakti sosial ke Pesantren Nurul Falah pada 28 November, patroli gabungan antisipasi balap liar pada 29 November, dan penutup dengan patroli serta sosialisasi ke gereja pada 30 November.

Selain kegiatan preemtif, satlantas juga rutin melakukan kegiatan preventif berupa Turjagwali di sekitar Kota Nanga Bulik, baik pagi maupun malam hari, termasuk patroli pencegahan balap liar.

Pelanggaran yang paling banyak ditemukan meliputi pengendara tidak memakai helm, tidak menggunakan kaca spion, tidak menggunakan sabuk pengaman, tidak memiliki TNKB pada kendaraan roda dua maupun empat, serta surat-surat kendaraan yang tidak lengkap atau mati.

Selama pelaksanaan operasi, juga terjadi sejumlah kecelakaan lalu lintas. Pada 20 November tercatat satu korban luka ringan. Pada 26 November, terjadi kecelakaan yang menyebabkan satu orang meninggal dunia dan satu luka ringan. Kemudian pada 27 November kembali terjadi kecelakaan yang menewaskan satu pengendara.

“Total korban selama operasi adalah dua orang meninggal dunia dan dua luka ringan,” jelas Susanto.

Menurutnya, kecelakaan dipicu berbagai faktor seperti kurangnya rambu lalu lintas, minimnya penerangan jalan, kondisi jalan yang rusak, serta kelalaian pengendara. Ia mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas demi menekan angka kecelakaan. “Stop pelanggaran, stop kecelakaan untuk kemanusiaan,” pungkasnya. (mex)

 

Editor : Heru Prayitno
#lamandau #satlantas #razia