SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) akan segera melakukan seleksi terbuka 12 Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama.
Sejumlah posisi penting yang masih kosong maupun dijalankan pelaksana tugas (Plt) dinilai perlu segera diisi agar pelayanan publik tidak terhambat.
Bupati Kotim Halikinnor menegaskan, pengisian jabatan tidak bisa lagi ditunda mengingat banyaknya tugas strategis yang memerlukan pejabat definitif. Proses seleksi ditargetkan mulai berjalan pekan ini.
“Ada 12 JPT yang kosong atau masih dijalankan Plt. Minggu depan lelang jabatan sudah dimulai,” ujarnya.
Menurut Halikinnor, seleksi terbuka digelar sebagai upaya memastikan proses berjalan transparan dan memberi ruang bagi aparatur yang memiliki kompetensi mumpuni. Seleksi tidak hanya terbuka bagi ASN internal Pemkab Kotim, tetapi juga bagi pelamar dari luar daerah.
“Siapa pun yang memenuhi syarat dipersilakan berkompetisi. Saya ingin pejabat yang benar-benr memiliki kemampuan teknis dan manajerial sesuai kebutuhan jabatan,” tegasnya.
Bupati menambahkan, pejabat yang akan menduduki kursi strategis harus siap bekerja dalam kondisi anggaran dan sumber daya manusia yang terbatas. Menurutnya, kinerja tetap harus dikejar meski dengan keterbatasan.
“Saya ingin pejabat yang bisa fight. Anggaran dan SDM memang terbatas, tetapi target harus tetap tercapai,” katanya.
Seluruh tahapan seleksi dipastikan berlangsung terbuka. Hasilnya tetap harus dilaporkan ke pemerintah pusat untuk memperoleh persetujuan, sesuai ketentuan nasional.
“Semuanya harus mengikuti prosedur. Tidak boleh ada proses yang menyimpang,” tegas Halikinnor.
Ia menargetkan pelantikan pejabat hasil seleksi dapat dilakukan pada akhir Desember 2025. Namun apabila proses administrasi belum rampung, pelantikan akan digeser ke awal 2026.
Kepala BKPSDM Kotim Kamaruddin Makalepu, menjelaskan bahwa 12 jabatan yang siap dilelang terdiri dari sejumlah kepala dinas, staf ahli bupati, dan jabatan asisten.
“Yang siap dilelang ada 12 jabatan, belum termasuk Sekda. Nanti akan diumumkan rinciannya. Ada 14 jabatan yang kosong, sehingga beberapa posisi kemungkinan menyusul,” jelasnya.
Saat ini sejumlah posisi penting belum memiliki pejabat definitif, di antaranya Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan, Kepala Dinas PMD, Kepala Diskominfo, Kepala Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan, Kepala DP3AP2KB, Inspektur, Kepala Satpol PP, Direktur RSUD dr Murjani, serta jabatan Asisten I dan II. (yn/fm)
Editor : Farid Mahliyannor