Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Ini Cara Sederhana Jaga Kebersihan Sungai, Bukan Cuma Pemerintah, Kita Juga Bisa!

Usay Nor Rahmad • Minggu, 27 Juli 2025 | 09:58 WIB

 

Seorang nenek di permukiman tepi sungai di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur, asyik memancing di depan sebuah rumah panggung. (Usay Nor Rahmad untuk Radar Sampit)
Seorang nenek di permukiman tepi sungai di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur, asyik memancing di depan sebuah rumah panggung. (Usay Nor Rahmad untuk Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Ketika mendengar kata sungai, sebagian orang mungkin langsung membayangkan aliran cokelat keruh, penuh sampah, bahkan berbau tak sedap.

Padahal, sungai yang bersih bukan hal mustahil.

Semua orang bisa berkontribusi untuk menjaganya, termasuk pelajar, mahasiswa, dan warga perkotaan yang sibuk sekalipun.

Masalahnya, banyak yang masih berpikir bahwa menjaga kebersihan sungai adalah urusan pemerintah atau aktivis lingkungan.

Padahal, justru dari kebiasaan kecil di rumah atau sekolah, kita bisa memutus rantai pencemaran yang selama ini merusak ekosistem sungai di Indonesia.

Berikut beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan siapa pun, tanpa harus menunggu aksi besar-besaran.

1. Jangan Buang Sampah ke Saluran Air

Kedengarannya sepele, tapi kebiasaan ini masih sering terjadi, terutama di kawasan padat penduduk.

Sampah yang dibuang ke got atau selokan di depan rumah akan bermuara ke sungai.

Satu kantong plastik yang hanyut bisa mengganggu aliran, menyumbat drainase, bahkan membunuh ikan dan biota air lainnya.

2. Pisahkan Sampah dan Kurangi Limbah Rumah Tangga

Membiasakan diri memilah sampah organik dan anorganik bisa membantu proses daur ulang. Kurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Gunakan ulang kantong belanja, botol minum, dan wadah makanan. Semakin sedikit sampah, semakin kecil potensi sungai tercemar.

3. Gunakan Produk Ramah Lingkungan

Sabun, deterjen, atau pembersih berbahan kimia keras bisa mencemari air sungai jika limbah rumah tangga langsung dibuang ke saluran pembuangan.

Pilih produk yang berlabel “eco-friendly” atau yang mudah terurai di alam. Ini mungkin terlihat kecil, tapi berdampak besar dalam jangka panjang.

 

4. Ikut Kegiatan Bersih Sungai atau Edukasi Lingkungan

Bagi pelajar atau warga kota, bergabung dengan komunitas pecinta alam atau ikut kegiatan bersih-bersih sungai bisa menjadi pengalaman berharga.

Selain lebih sadar lingkungan, kegiatan ini juga bisa memperluas jaringan pertemanan dan membentuk kepedulian sosial.

5. Edukasi Orang di Sekitar

Beri contoh pada keluarga dan teman. Ajak mereka untuk tidak membuang puntung rokok atau bungkus jajanan ke sungai.

Kadang, perubahan besar dimulai dari satu obrolan kecil atau ajakan sederhana yang konsisten.

Sungai bukan tempat sampah. Ia adalah sumber kehidupan—bagi kita, bagi makhluk hidup lainnya, dan bagi generasi mendatang.

Tak perlu tunggu jadi pejabat atau aktivis. Dengan lima langkah sederhana tadi, siapa pun bisa jadi penjaga sungai dari rumahnya sendiri.

Kalau bukan kita, siapa lagi?. (*)

Editor : Slamet Harmoko
#sungai mentaya #jaga kebersihan