SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memastikan stok ketersediaan beras masih aman hingga lima bulan ke depan.
"Saat ini stok beras di Bulog Sampit masih tersedia 2.400 ton, ini bisa bertahan sampai lima bulan kedepan. Sehingga, menghadapi nataru hingga Lebaran Idul Fitri masih sangat aman," kata Muhammad Azwar Fuad, Pimpinan Cabang Perum Bulog Cabang Kotim saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (24/12).
Untuk pemerataan ketersediaan beras, Perum Bulog Cabang Kotim pada akhir Desember 2024 ini merencanakan untuk menambah ketersediaan beras lokal dari hasil panen petani pegatan sebanyak 50 ton dan kisaran Januari atau Februari 2025 diperkirakan akan ada tambahan stok beras dari Bulog Jakarta dikisaran 500-1000 ton.
"Untuk beras lokal saja saat ini tersedia 120 ton. Di tahun 2024 ini, kami menyerap beras lokal Pagatan lebih dari 1.000 ton dan beras lokal Lampuyang 700 ton," katanya.
Beras hasil panen petani lokal ini dibeli Bulog Sampit diharga Rp 11 ribu per kg sesuai harga yang sudah ditentukan dan dijual ke masyarakat diharga Rp 12.385 per kg.
"April 2025 ini direncanakan akan ada panen raya beras, kami juga akan menyerap beras lokal," ujarnya.
Selain itu, dari 2.400 ton beras yang tersedia, 2.280 ton diantaranya merupakan beras cadangan pemerintah yang dijual dalam kemasan 5 kg merk SPHP (Stabilisasi Pasokan Harga Pangan) seharga Rp 66.500.
"Beras SPHP ini sebagian besar beras impor ada yang dari Vietnam dan Thailand. Harga per kilogramnya Rp 13.100 dijual dalam kemasan 5 kg seharga Rp 66.500," ujarnya.
Beras SPHP diperjualbelikan ke 240 mitra Bulog yang dinamakan Rumah Pangan Kita (RPK) diharga Rp 11.300 per kg apabila pedagang mengambil sendiri ke Gudang Bulog dan harga Rp 11.700 per kg apabila diantar ke lokasi pedagang.
"Mitra RPK kami ada 240 tetapi yang aktif memesan beras ke Bulog ada sekitar 100an RPK. Mereka pedagang kami tawarkan harga lebih murah tetapi dengan catatan harus menjual beras ke masyarakat tak melebihi harga eceran tertinggi diatas Rp 13.100," ujarnya.
Apabila ditemukan pedagang yang menjual beras SPHP diharga diatas Rp 13.100, maka akan dikenakan sanksi administrasi berupa teguran hingga pencabutan sebagai mitra kerja Bulog.
"Menjual dibawah HET tidak apa-apa, tetapi kalau ditemukan menjual di atas HET, akan ada sanksi teguran hingga dicabut sebagai mitra Bulog," tegasnya.
Selain beras impor medium, Bulog juga menyediakan beras premium merk Be Food dan Umbrella di harga Rp 77 ribu per 5 kg yang saat ini tersedia 5 ton.
"Kami juga menyetok beras cadangan pemerintah yang dianggarkan dari APBD Kotim seharga Rp 12.385 per kg. Saat ini masih tersedia 57 ton, peruntukkannya diberikan apabila ada masyarakat Kotim yang menghadapi bencana banjir, kebakaran atau masyarakat miskin di Kotim yang memerlukan bantuan pangan," ujarnya.
Di tahun 2024 ini, Azwar tak mengingat pasti berapa nilai anggaran APBD Kotim untuk menyediakan cadangan beras pemerintah.
"Cadangan beras pemerintah yang tersedia saat ini 57 ton itu sudah termasuk di 2.400 ton secara keseluruhan. Penyediaan CBP tidak mesti dianggarkan setiap tahun, tetapi dipastikan stoknya selalu tersedia. Misalnya tidak habis tahun ini, masih bisa disalurkan ditahun berikutnya, apabila masih tersisa maka tidak dianggarkan. Sedangkan, beras yang disediakan kami pastikan tetap fresh, jadi masyarakat tidak perlu khawatir apabila menerima beras CBP bukan berarti stok lama," ujarnya.
Dengan ketersediaan stok beras yang masih sangat aman, masyarakat diimbau tak membeli beras secara berlebihan.
"Kami imbau masyarakat tidak memborong beras berlebihan, lakukan saja pembelian secara normal karena stoknya tersedia dan harganya masih sangat terjangkau," ujarnya.
Selain beras, Bulog Cabang Kotim juga menyediakan gula dari PT Gendhis Multi Manis Kabupaten Blora, Jawa Tengah yang saat ini tersedia 20 ton dengan harga jual Rp 17.500.
Adapula daging kerbau beku impor India yang diorder dari PT Berdikari yang saat ini tersedia 5 ton dengan harga jual Rp 90 ribu per kg dan minyak goreng MinyaKita tersedia 2.500 liter dijual seharga Rp 17.500.
Untuk mendukung program bantuan pangan dari Badan Pangan Nasional, Bulog juga telah menyalurkan bantuan beras untuk masyarakat Kotim yang tidak mampu.
Berdasarkan data dari Kemenko PMK, ada 18.800 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kotim yang telah menerima program bantuan beras sebanyak 10 kg per KPM mulai tahun 2023 kemudian dilanjutkan Januari-Juni 2024, kemudian dilanjutkan Agustus, Oktober dan Desember 2024.
"Penyalurannya melalui PT Pos, Bulog hanya bantu suplay berasnya. Rencananya program bantuan beras akan berlanjut pada Januari-Februari 2025, program ini dilanjutkan sebagai respons dari pemerintah atas dampak dari kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN) 12 persen," tandasnya. (hgn)
Editor : Slamet Harmoko