KASONGAN, radarsampit.jawapos.com -Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di pertengahan April 2026 berdampak langsung terhadap lonjakan harga bahan pokok dan komoditas penting di wilayah Kecamatan Katingan Hilir.
Berdasarkan data hasil pemantauan Tim Pengembangan Perdagangan Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Katingan pada 21–22 April 2026 di Pasar Kasongan dan sejumlah warung kelontong Kelurahan Kasongan Lama, harga sejumlah komoditas mengalami kenaikan signifikan, bahkan mencapai 30 hingga 50 persen.
Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan antara lain bawang merah yang kini berada di kisaran Rp52.000 hingga Rp70.000 per kilogram, serta bawang putih yang mencapai Rp44.000 hingga Rp70.000 per kilogram.
Selain itu, cabai merah menembus harga Rp100.000 per kilogram, sementara minyak goreng kemasan dijual Rp24.000 per liter.
Kenaikan harga juga terjadi pada komoditas lainnya seperti beras, gula pasir, daging ayam ras, telur ayam, hingga ikan patin, meskipun tidak setinggi komoditas hortikultura.
Dari hasil wawancara yang dilakukan Tim Poni Marianae, Theresia Wirany dan Maranata dengan pedagang, kenaikan harga dipicu meningkatnya biaya distribusi, terutama ongkos transportasi dari Palangka Raya ke Kasongan akibat naiknya harga solar.
Kondisi ini berdampak langsung pada harga jual di tingkat konsumen.
Meski demikian, ketersediaan barang di pasaran masih terpantau aman dan belum ditemukan adanya kelangkaan maupun panic buying di masyarakat. Daya beli masyarakat juga relatif masih stabil.
Tim pemantau mencatat bahwa sebagian distributor belum menaikkan harga secara signifikan karena masih menghabiskan stok lama, sehingga kenaikan harga diperkirakan masih akan berlanjut dalam beberapa waktu ke depan.
Pemerintah setempat merekomendasikan pelaksanaan operasi pasar murah untuk menekan lonjakan harga, khususnya pada komoditas utama seperti beras, minyak goreng, gula, serta bawang merah dan bawang putih.
Selain itu, pemantauan harga akan terus dilakukan secara berkala guna menjaga stabilitas harga dan pasokan di wilayah Katingan Hilir. (ktr-3)
Editor : Slamet Harmoko