Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Pemprov Kalteng Hibahkan Bangunan Pabrik RDF ke Pemkab Kobar

Koko Sulistyo • Sabtu, 22 November 2025 | 20:45 WIB
TINJAU : Bupati Kobar Hj Nurhidayah meninjau bangunan fisik pabrik RDF di TPA Translik Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan, Sabtu (22/11/2025). FOTO: IST/RADAR SAMPIT
TINJAU : Bupati Kobar Hj Nurhidayah meninjau bangunan fisik pabrik RDF di TPA Translik Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan, Sabtu (22/11/2025). FOTO: IST/RADAR SAMPIT

PANGKALAN BUN, Radarsampit.jawapos.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) memberikan bantuan hibah bangunan fisik pabrik Refuse Derived Fuel (RDF) beserta sarana dan prasarana pendukungnya kepada Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Pemkab Kobar) bertempat di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Translik Pasir Panjang.

Bupati Kobar Hj. Nurhidayah meninjau langsung untuk melihat bangunan fisik pabrik RDF.  Kunjungan ini menjadi momen penting untuk memastikan kesiapan fasilitas tersebut dalam upaya meningkatkan pengelolaan sampah secara terpadu di Kobar.

Nurhidayah didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Fitriyana serta jajaran Pemerintah Kabupaten Kobar memeriksa kondisi fisik pabrik RDF yang baru diterima.

Pabrik RDF ini merupakan fasilitas pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif, yang diharapkan dapat menjadi solusi inovatif dan berkelanjutan dalam mengurangi volume sampah yang menumpuk di TPA.

Atas bantuan ini, Bupati Kobar beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, beserta seluruh jajaran Pemprov Kalteng. 

Bantuan fisik pabrik RDF lengkap dengan sarana dan prasarana pendukungnya, mencerminkan wujud komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam mendukung upaya peningkatan pengelolaan lingkungan hidup. 

Proyek tersebut dipandang vital mengingat semakin meningkatnya volume sampah seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi di Kobar.

Bupati Hj. Nurhidayah optimis keberadaan pabrik RDF ini akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat. Pabrik ini akan mengolah sampah yang tidak terpakai menjadi energi, sehingga mengurangi dampak lingkungan dan membuka potensi ekonomi baru.

"Kami meyakini kehadiran sarana dan prasarana ini akan memberikan manfaat yang sangat besar bagi masyarakat Kotawaringin Barat,” ujarnya.

Manfaat tersebut, lanjut beliau, tidak hanya terbatas pada aspek kebersihan semata. Terutama dalam menjaga lingkungan agar tetap bersih, sehat, indah, dan lestari, demi keberlanjutan bumi yang kita cintai baik untuk saat ini maupun bagi generasi yang akan datang.

Baca Juga: Sabu Campur Cairan Kimia Dikubur dalam Tanah

Pemerintah Kabupaten Kobar akan segera mempersiapkan langkah-langkah teknis dan operasional untuk mengaktifkan pabrik RDF tersebut. 

"Kita akan persiapkan dengan pelatihan sumber daya manusia, penyiapan regulasi daerah, serta sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya pemilahan sampah dari sumbernya, yang menjadi kunci keberhasilan operasional pabrik," tegasnya.

Pabrik RDF direncanakan akan mengolah sampah yang masuk ke TPA Translik menjadi bahan bakar yang dapat dimanfaatkan, misalnya untuk kebutuhan industri. Ini akan memperpanjang usia TPA dan mengurangi ketergantungan pada metode penimbunan sampah.

"Langkah ini juga sejalan dengan agenda nasional untuk mewujudkan Indonesia yang bebas sampah dan mendukung tercapainya target pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam bidang pengelolaan lingkungan," pungkasnya.

Untuk diketahui bahwa pabrik RDF ini digadang-gadang mampu mengatasi persoalan sampah di Kotawaringin Barat yang mencapai 135 sampai 140 ton per hari. (tyo/fm)

Editor : Farid Mahliyannor
#bantuan hibah #pemprov kalteng #Pemkab Kobar #Pabrik RDF